Sabtu, 06 April 2013

OKTAF PASKAH DAN MINGGU KERAHIMAN ILAHI


Oktaf Paskah
Pekan suci sudah berakhir, hari raya Paskah telah berlalu…., namun, apakah pesta telah berakhir ?? Lebih jauh ada istilah « Oktaf Paskah »,  apa sih oktaf Paskah itu ?
Oktaf Paskah adalah masa delapan hari setelah hari Minggu Paskah ; masa hari raya panjang selama delapan hari, sampai hari Minggu berikutnya. Suatu perayaan atau pesta yang berlangsung selama delapan hari. Dalam tradisi Gereja para babtisan baru mengalami rahmat  suka cita dengan tetap mengenakan pakaian putihnya ; maka pada hari Minggu II Paskah disebut Minggu Putih atau « Dominica in Albis » ( karena hari terakhir para babtisan baru mengenakan pakaian putih). Perayaan keagamaan oktaf ini bisa ditemukan dalam Perjanjian Lama, pada perayaan Pondok Daun di Kitab Imamat 23-24. Pada abad IV, jaman Konstantin dimasukkan ke dalam Liturgi Gereja (Katolik).
Selama Oktaf Paskah liturgi sama seperti hari raya Paskah : gloria dikumandangkan, Alleluia dinyanyikan dengan meriah, doa dan bacaan tetap menunjukkan hal yang sama, yakni peristiwa paskah / kebangkitan, Prefasi Paskah I sama seperti hari Minggu Paskah, … Jadi boleh dikatakan liturgi hari raya Paskah yang diperpanjang selama delapan hari, yang berakhir pada hari Minggu Paskah II, yang disebut juga « Dominica in Albis » (Minggu Putih) atau sekarang ini disebut hari Minggu Kerahiman Ilahi.

Hari Minggu Kerahiman Ilahi
Seperti yang telah disinggung di atas, dalam tradisi Gereja hari Minggu II Paskah disebut « Dominica in Albis » atau Minggu Putih (karena merupakan hari terakhir para babtisan baru mengenakan pakaian putih, pakaian babtis mereka). Namun sejak tahun 2000 Paus Yohanes Paulus II menetapkan hari Minggu Paskah II menjadi Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Hal ini sebagai jawaban atas permintaan Tuhan kepada Santa Faustina Kowalska yang termuat dalam buku catatan hariannya. Ada beberapa kutipan  dimana Tuhan  meminta suatu “Pesta Kerahiman Ilahi” ditetapkan secara resmi dalam Gereja. Berikut ini salah satu kutipan dari permintaan Tuhan ini 
“Pesta ini muncul dari lubuk kerahiman-Ku yang terdalam, dan diperteguh oleh kedalaman belas kasih-Ku yang paling lemah lembut (420)…. Adalah kehendak-Ku agar pesta ini dirayakan dengan khidmad pada hari Minggu pertama sesudah Paskah.… Aku menghendaki Pesta Kerahiman Ilahi menjadi tempat perlindungan dan tempat bernaung bagi segenap jiwa-jiwa, teristimewa para pendosa yang malang. Pada hari itu, lubuk belas kasih-Ku yang paling lemah-lembut akan terbuka. Aku akan mencurahkan suatu samudera rahmat atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku (699)”
Atas permintaan Tuhan ini maka pada tanggal 30 April 2000, pada hari kanonisasi Santa Faustina Konwalska, Paus Yohanes Paulus II menetapkan pada hari Minggu setelah hari raya Paskah, yakni Minggu II Paskah sebagai Hari Minggu Kerahiman Ilahi yang dirayakan dalam Gereja semesta.
pada  pesta Minggu Kerahiman Ilahi 2011 lalu berkumandang seantero jagat, yang bertepatan dengan hari Beatifikasi Paus Yohanes Paulus II, di hari Minggu ini 1 Mei 2011 oleh Paus Benediktus XVI. Para peziarah dan kelompok kaum beriman yang menghadiri beatifikasi ini, bukan hanya datang sebagai peziarah dan sekedar hadir dan berpartisipasi. Mereka tengah sibuk dengan segala rangkaian kegiatan yang semuanya bermuara pada Kerahiman Allah yang penuh belaskasihan: novena Kerahiman Ilahi yang sudah dimulai pada hari Jumad Agung kemarin, ada seminar (dan sejenisnya) tentang Kerahiman Ilahi, doa dan devosi kepada Kerahiman Ilahi, yang semuanya dalam rangka beatifikasi Yohanes Paulus II, selain peningkatan hidup keimanan akan Allah Bapa yang maharahim dan mahabelas-kasihan.
“Pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi” setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh. dengan syarat: 1. Menerima Sakramen Tobat, 2. Menerima Sakramen Ekaristi pada hari minggu Kerahiman Ilahi. 3. Berdoa dalam ujud paus. Indulgensi pada Hari minggu kerahiman Ilahi diumumkan tgl 29 Juni 2002 dalam Dekrit Penitensiari Apostolik.
Kerahiman Allah yang penuh belaskasihan senantiasa menguatkan langkah hidup kita. Amin!
(sumber: http://www.liturgiekaristi.wordpress.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini