Cari Blog Ini

Kamis, 15 Agustus 2013

Tentang Lukas 12:49-53

oleh Pastor. .Pidyarto, O.Carm

Yesus pernah berkata, "Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bmi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua, dan dua melawan tiga....." (Luk 12:51-53). Apa maksud ayat-ayat ini? Bukankah Yesus datang untuk membawa damai?

Ucapan Yesus ini sering membingungkan orang. Bukankah Dia itu Raja Damai seperti yang diramalkan oleh Yes 9:5? Bukankah Injil Lukas sendiri mengaitkan secara erat kedatangan Yesus ke dunia ini dengan damai (bdk. Luk 1:79; 2:14; 10:15; 19:38)?

Mengapa Luk 12:51-53 di atas mengatakan bahwa Yesus datang bukan untuk membawa damai, melainkan perpecahan dan perselisihan? Pertentangan di atas adalah semu. Sebab, sebenarnya Luk 12:51-53 tidak mau mengatakan bahwa Yesus datang dengan maksud memecahbelah umat manusia. Yesus justru menghendaki agar semua orang selamat dan menjadi satu di dalam diri-Nya (bdk. Yoh 17:11-24).

Hal ini sudah diramalkan dalam Luk 2:34, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan" Mengapa? Sebab pewartaan Yesus dapat mengundang reaksi yang berbeda-beda. Ada orang mau menerima Yesus, tetapi ada pula yang menolak-Nya. Seorang menjadi Kristen kadang-kadang harus bertentangan dengan keluarganya yang tidak menerima Yesus. Ia kadang-kadang harus dikucilkan oleh keluarganya karena menjadi Kristen. Itulah maksud Luk 12:51-53.

Suatu perbandingan sebagai ilustrasi: Badu adalah seorang penceramah terkenal. Ia datang untuk memberikan ceramah tentang perdamaian. Tentu saja, ia datang untk menjelaskan topik itu sebaik mungkin supaya bisa dipaham oleh semua pendengar. Akan tetapi, setelah seminar selesai, ada sejumlah orang malah menjadi bingung. Hal ini sudah bisa diduga oleh Badu sebelum memberi ceramah. Jadi, ada perbedaan antara maksud hati si Badu yang baik dan kenyataannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar