Minggu, 04 Agustus 2013

M i s a

MENGAPA IBADAH KATOLIK DISEBUT MISA?
Perayaan Ekaristi berakhir ketika imam mengatakan, “Misa telah selesai…” dan umat menjawab, “Syukur kepada Allah.” Kedengarannya hampir seperti umat merasa bersyukur bahwa upacara telah selesai.
Kata “Misa” berasal dari bahasa Latin “missa” yang artinya “pembubaran”. Pada bagian akhir Perayaan Ekaristi dalam bahasa Latin, imam akan mengatakan “Ite, missa est.”

MENGAPA PERAYAAN MISA MEMBOSANKAN?
Arti lain dari pernyataan tersebut adalah “Pergilah, ini suatu misi (= perutusan)." Dengan kata lain, kita baru saja mengalami suatu hubungan pribadi secara rohani dan jasmani dengan Tuhan. Namun pengalaman itu tidak berakhir di situ. Kita diutus untuk membagikan apa yang telah kita alami itu dengan sesama kita.Perayaan Misa Katolik bisa jadi suatu upacara yang membosankan. Sebetulnya tidak harus demikian dan memang tidak boleh demikian. Banyak imam "membacakan" Misa seperti mereka membaca kamus atau buku telepon. Mirip seperti suatu jampi-jampi agama yang harus selalu dilaksanakan secara tepat dan sama, karena jika tidak demikian tidak akan berhasil. Lagi pula, ada banyak orang Katolik yang dengan keras kepala menolak segala suasana yang hidup dan ekspresif dalam Misa. Namun demikian, ada juga Perayaan-perayaan Misa yang menarik dan menyenangkan. Mengapa demikian?
Pertama-tama kita harus paham mengapa perayaan tersebut dinamakan "Misa". Kata Misa berasal dari kata "missio (Latin) = misi = tugas perutusan". Dalam perayaan Misa lama, biasanya imam mengakhiri Misa dengan berkata, "Pergilah dan wartakanlah Sabda Tuhan." Kemudian umat menjawab, "Syukur kepada Allah" Tetapi, sekarang banyak imam yang hanya mengatakan, "Saudara-saudara, dengan demikian perayaan Misa sudah selesai." Dan umat tetap menjawab, "Syukur kepada Allah" Jadi, dalam perayaan Misa lama umat ditantang untuk suatu tugas perutusan, yaitu mewartakan Sabda Tuhan. Tetapi sekarang, tantangan kita dalam perayaan Misa seringkali adalah berusaha agar tidak tertidur! Sesungguhnya, saat pulang dari Misa, kita masing-masing menerima tugas perutusan untuk mengubah dunia. Coba minta imammu untuk melakukannya. Pasti ia mau - asal kamu sendiri juga bersungguh-sungguh dalam mengikuti Misa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini