Cari Blog Ini

Kamis, 15 Agustus 2013

100% Katolik, 100% Indonesia

"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" (Mrk. 12:17)
Dalam bacaan Injil ini, Yesus menghendaki agar kita memberikan apa yang wajib kita berikan kepada Kaisar dan memberikan apa yang wajib kita berikan kepada Allah. 

Dua hal itu sepintas berlawanan. Namun, sebenarnya tidak perlu diperlawankan. Kita hidup dalam masyarakat, maka kewajiban -kewajiban kita di masyarakat harus dijalankan dengan baik. Pernyataan 100% Katolik, 100% Indonesia secara tegas pernah dinyatakan oleh Mgr. Soegijapranata SJ. Orang Katolik diajak untuk berani dan menyumbahkan sesuatu bagi bangsa Indonesia.

Kadangkala, sebagai generasi muda, apalagi di kota-kota besar, kita kurang begitu akrab dengan lingkungan kita dan dengan kehidupan bangsa kita. Padahal, kehidupan bangsa ini nantinya banyak tergantung dari generasi muda. Kita dapat bertanya, perhatian apa yang dapat kita berikan bagi lingkungan kita atau lebih luas bangsa kita. Barangkali melakukan hal positif di keluarga, sekolah, dan masyarakat sudah merupakan bentuk kecintaan anak bangsa kepada Indonesia.

Pada zaman ini mungkin banyak umat yang terbeban oleh pajak negara. Untuk memenuhi tanggung jawab sebagai warga negara seringkali kurang dilandasi oleh cinta. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Namun dalam kesempatan ini Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita untuk menunaikan tanggung jawab. Misalnya membayar pajak, mentaati hukum, menghormati milik dan hak orang lain.

Apabila kita dapat menjalankan kewajiban terhadap negara dengan kasih, tanpa disadari kita pun telah melaksanakan tanggung jawab kepada Allah. Sebab tidak ada bagian dari hidup kita tanpa diketahui oleh Allah. Mungkin kita bertanya apa yang harus diberikan kepada Allah?
Seorang anak berkata kepada ayahnya: "Papa ini hasil tabunganku selama tiga tahun kuberikan untukmu." Melihat sikap anak kecil ini, papanya tersenyum dan menerima pemberian itu. Ia tahu uang itu pun miliknya, kemudian ia menyimpan uang itu di bank demi masa depan anaknya.

Bagaimana dengan kita? Apakah cinta kita hanya sebagian saja milik Allah ataukah semuanya? Tentu kita sendiri tahu jawabannya. Semuanya adalah kepunyaan Allah. Jika demikian mengapa kita enggan untuk memberikannya? Ingatlah berikanlah kepada Allah apa yang menjadi hak  Allah!
Sumber: renunganhariankatolik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar