Kamis, 23 Mei 2013

BUNDA MARIA DARI GUNUNG KARMEL


Bunda Maria menampakkan diri kepada Santo Simon Stock dalam tahun 1251 dan menjadikan skapulir coklat tradisi karmelit sebagai tanda kasihNya yang istimewa dan ikrar perlindungan keibuannya. 
Bunda waktu itu mengatakan : “benda ini akan menjadi bagimu dan semua karmelit suatu hak istimewa tidak akan menderita api abadi dan akan diselamatkan, bagi mereka yang meninggal mengenakannya.”
Bunda Maria berjanji melepaskan jiwa-jiwa dari api penyucian segera sesudah meninggal bagi orang-orang yang memakai skapulir coklat dan menghayati kemurnian selaras panggilan hidupnya dan berdoa persembahan kecil dan rosario setiap harinya, ditambah satu kali Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan untuk intensi-intensi Bapa Paus. 
Untuk mendapatkan pemenuhan janji, seseorang dapat meminta berkat dari seorang imam karmelit atau imam yang diberi kuasa untuk memperolehkan bagi seseorang pemenuhan janji itu.
Untuk mendapat indulgensi penuh (pemotongan hukuman total), seseorang dapat melakukan sakramen pengakuan dosa dan ekaristi pada pesta orang kudus di salah satu hari : Bunda Maria dari Gunung Karmel (16 Juli), St. Simon Stock (16 Mei), St. Elias (20 Juli), St. Theresia dari Lisieux (1 Oktober), St. Theresia Avila (15 Oktober), para orang kudus dari keluarga karmel (14 November), dan St. Yohanes dari Salib (14 Desember) dan merayakannya di gereja-gereja karmelit dan daraskan sebagai tambahan lagi 1 x syahadat para rasul dan 1 x Bapa Kami pada hari itu.
Skapulir coklat adalah bentuk miniatur dari skapulir coklat (mantel Bunda Maria yang dipakai di sekeliling leher bergantung di pundak dengan satu potong kain bergantung di dada dan satu lagi di punggung) yang dipakai para imam, biarawan, biarawati dari keluarga karmel. Memakai skapulir coklat adalah sebagai tanda dari penyerahan diri kita kepada Bunda Maria dan juga adalah sebagai tanda perlindungan dan cinta dari Bunda Maria. Tanpa mengatakan bahwa kita menghormati, percaya, mencintainya, kita menyatakan hal-hal tersebut kepadanya hanya dengan memakainya, dan Bunda Maria menarik kita kepada hati PutraNya yang ilahi. Tapi terlebih kita diingatkan untuk hidup selaras dengan teladan Bunda Maria dengan mengenakan kebajikan-kebajikannya serta mengamalkannya. Bunda Maria tidak ingin kita memakainya dengan motivasi kesombongan dan juga tidak menganggapnya jimat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini