Cari Blog Ini

Jumat, 10 Agustus 2012

BUNDA Maria Dalam Gereja KATOLIK



 Banyak dari antara umat Katolik yang ragu akan peranan Maria dalam Gereja, atau banyak juga yang tidak tahu tentang hal itu. Saat ini mari kita bersama-sama merenungkan tema tersebut.

1. Maria sebagai PERANTARA RAHMAT ALLAH

Banyak saudara dari luar Katolik mengkritik Gereja Katolik sebab mereka berpandangan bahwa untuk berdoa kepada Bapa seorang Katolik memerlukan Maria sebagai 'perantara'. Kritik itu sendiri salah besar. Gereja Katolik tetap melihat Yesus sebagai satu-satunya perantara dengan Bapa dan bukan Maria. Hal ini jelas dari 1 Tim 2:5-6.

Yang dimaksud Maria sebagai 'perantara' dalam Gereja katolik ialah

a) sehubungan dengan Sabda ilahi Santa Perawan sejak kekal telah ditetapkan untuk menjadi Bunda Allah. Ia mengandung, melahirkan, membesarkan, memasyarakatkan Yesus dan bahkan ikut menderita ketika Putranya wafat di salib. Oleh karena itu dalam tata rahmat ia menjadi Bunda kita.

b) Sejak maria menerima panggilan Bapa untuk menjadi ibu Sang Juruselamat sampai dengan diangkat ke sorga ia terus menerus membagikan karunia-karunia yang mengantar kepada keselamatan. Jadi jabatan 'perantara' pada Bunda Maria bukan = untuk sampai kepada Bapa harus lewat Maria, dari Maria ke Yesus dan baru dari Yesus ke Bapa, melainkan kesanggupannya untuk mengandung Sabda Ilahi yang menjelma menjadi manusia = ia menerima panggilan Bapa untuk membawa keselamatan. Maria yang menerima itulah yang disebut dengan perantara rahmat Allah.


2. Maria IBU GEREJA
 Karena Yesus adalah saudara sulung bagi kita maka kita karenaNya menjadi putra-putri Maria. Dkl. Maria ibu kita, ibu Gereja. Keibuannya mengajar kita untuk rendah hati: "aku ini hamba Tuhan terjadilah menurut kehendakMu". Maria mengajar kita kebaikan hati. "mereka tidak punya anggur," ia mengatakan kepada Yesus di Kana. Maria Ibu yang gembira melayani putra-putrinya. Ketika Yesus lahir ia menggendong dan membawa-Nya langsung untuk orang lain. Apa yang Maria ingin lakukan? Maria Ingin membawa kegembiraan. Ini merupakan satu saat yang paling indah dalam hidup Maria. Segera setelah Yesus hadir dalam hidupnya, dalam ketergesaan Maria mengunjungi Elisabet.

Reaksi kegembiraan itu kita baca dalam injil dengan melonjaknya kandungan Elisabet. Maria dianugerahkan kepada Gereja oleh Yesus: "Ibu inilah anakmu, Yohanes itulah ibumu", agar Gereja bersatu. Yesus tahu bahwa rumah yang tak mempunyai ibu tidak akan ada damai oleh sebab itu Maria adalah ibu pendamai yang membuat Gereja Katolik tetap utuh dan satu. Dari seorang ibu yang baik, Maria, kita belajar untuk menjadi hening, dengan hening kita bisa menyimpan segala perkara dalam hati kita, berdoa dalam keheningan hati kita. Maria bukan ibu yang suka bicara kesana-kemari tiada berpangkal, Maria bukan tipe orang yang senang membicarakan kejelekan orang.

Dari injil kita tahu Maria mengajar kita untuk "menerima" susah dan sukses, sedih dan gembira, dalam keheningan dan doa.

3. Roh Kuduslah yang membuat GEREJA MENGHORMATI MARIA

Banyak saudara lain mengkritik Gereja karena menghormati Maria, mereka beranggapan bahwa Gereja tidak punya landasan biblis (kitab suci). Apakah betul demikian? "Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan dengan Roh Kudus, lalu bersuara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan berkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?..........(Luk 1:41-43). inilah salah satu landasan biblis Gereja Katolik menghormati Maria. kalau Roh Kudus sendiri menggunakan mulut Elisabet berkata 'terpujilah engkau diantara wanita' dan 'ibu Tuhanku', mengapa kita ragu..........? Sedangkan patung, lukisan-lukisan dalam gereja atau rumah kita merupakan sarana untuk memudahkan kita menghayati iman.

Gereja Katolik tidak pernah menyembah patung. Patung atau gambar sama fungsinya dengan foto keluarga atau foto diri yang kita pasang di dinding rumah atau kamar kita. kalau kita memasang foto di rumah tentu tidak bebarti bahwa kita menyembah foto, melainkan sebagai sarana untuk menghayati kesatuan keluarga, sarana membuat susana rumah tangga damai dsb.

4. Berdoa BERSAMA Maria.
 Maria adalah pengantara rahmat dan bukan pengantara doa. Oleh sebab itu di dalam doa, kita membawa Maria sebagai teman, ibu yang mendampingi kita untuk menyampaikan syukur, permohonan, harapan, sharing pengalaman hidup kita kepada Yesus.

Doa orang Katolik adalah doa sederhana yang tidak memerlukan calo, maka peranan Maria dalam doa ialah sebagai teman, ibu, saudara yang mendampingi, sebab bagaimanapun kita membutuhkan pertolongannya mengingat kelemahan-kelemahan kita. Jangan lupa, Maria adalah ibu kita yang mendoakan kita sekarang maupun saat kita meninggalkan dunia ini. "Ya Maria semula dikandung tanpa noda, doakanlah kami yang berlindung kepadamu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar