Cari Blog Ini

Jumat, 20 September 2013

Memasuki Gereja dengan baik

Bagaimana dan apa saja yang harus kita lakukan pada saat memasuki gereja ?
1. BERSIKAP RAMAH – Kita datang ke gereja untuk berjemaat, untuk mengungkapkan, membangun dan membarui persekutuan kita. maka kita perlu bersikap ramah kepada sesama anggota jemaat yang kita jumpai di dalam gereja, terutama kepada para penyambut jemaat. Keramahan itu membuat orang merasa bersahabat, bersekutu, bersaudara.
2. BERSIKAP KHIDMAT – Saat memasuki gereja, kita perlu sadar bahwa kita sedang memasuki rumah Tuhan, kediaman Allah yang mahamulia. Maka sikap yang baik adalah sikap khidmat.
3. MENGAMBIL AIR SUCI DAN MEMBUAT TANDA SALIB. Tindakan ini mengandung makna :
• Mengenang Sakramen Baptis yang pernah kita terima
• Menyucikan diri (badan, pikiran, hati) sebelum berliturgi, agar kita layak merayakan peristiwa keselamatan.
4. BERLUTUT ATAU MEMBUNGKUK DENGAN KHIDMAT – artinya : tidak sambil lalu atau sambil lari atau terburu-buru. Kita berlutut membungkuk kearah altar.
• Berlutut adalah tanda sembah sujud. Kita berlutut kalau di dalam gereja ada tabernakel dan di dalamnya ada Sakramen Mahakudus. Cara berlutut yang baik adalah lutut kanan diturunkan sampai menyentuh lantai. Tata berlutut ini hendaknya dilaksanakan dengan irama lambat untuk mengungkapkan hormat yang mendalam.
• Membungkuk khidmat – Tata gerak ini adalah tanda penghormatan, kita lakukan dengan membungkukkan badan , bukan hanya menundukkan kepala.
5. MENCARI TEMPAT DUDUK DENGAN TENANG ; kalau melewati saudara seiman yang sudah duduk, kita permisi dan tersenyum dengan ramah. Kalau ia sedang khusuk berdoa, hendaknya kita tidak sampai menimbulkan gangguan.
6. DUDUK DENGAN TENANG, lalu berdoa pribadi atau menyiapkan diri utuk perayaan, misalnya membaca lembar panduan misa dan menyiapkan nyanyian yang disarankan dalam panduan.
Catatan :
Harus kita hindari mengobrol tentang macam-macam hal selama menungggu ibadat dimulai. Hal ini merugikan diri kita sendiri, karena kita tidak sungguh siap memasuki ibadat ; juga merugikan orang lain yang serius berdoa dan mempersiapkan diri ; mereka akan terganggu, menjadi kesal dan tidak khusuk lagi.
sumber: BelajarLiturgi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar