Cari Blog Ini

Jumat, 20 September 2013

Ketidakmurnian

Agar kita dapat memahami betapa mengerikan serta menjijikkannya dosa ini, - yang para iblis membujuk kita agar melakukannya, namun mereka sendiri tidak melakukannya - patutlah kita ingat siapa itu seorang Kristiani. Seorang Kristiani diciptakan menurut gambar Allah dan ditebus dengan Darah Allah! Seorang Kristiani adalah anak Allah, saudara Allah, ahli waris Allah! Seorang Kristiani, yang tubuhnya adalah bait Roh Kudus, itulah yang dicemarkan oleh dosa. 
Kita diciptakan agar suatu hari kelak kita tinggal di surga, tetapi apabila kita begitu malang sehingga terjerumus ke dalam dosa ini, maka kita menjadi sarang iblis. Tuhan kita mengatakan bahwa tak suatupun yang tidak murni akan masuk ke dalam kerajaan-Nya. Sungguh, bagaimana mungkin suatu jiwa yang bergelimang dalam kecemaran dapat tampil di hadapan Tuhan Allah yang begitu murni dan begitu kudus?

Kita semua bagaikan cermin-cermin kecil di mana Tuhan melihat DiriNya Sendiri. Bagaimana kalian dapat berharap Tuhan mengenali citra-Nya dalam suatu jiwa yang cemar? Ada jiwa-jiwa yang begitu mati, begitu busuk, hingga mereka bergelimang dalam kecemaran mereka tanpa menyadarinya, dan tak lagi dapat membersihkan diri dari kecemarannya itu; segalanya menghantar mereka kepada kejahatan, segalanya membuat mereka berpikir tentang kejahatan, bahkan hal-hal yang terkudus sekalipun; kejijikan ini senantiasa ada di hadapan mata mereka; bagaikan binatang najis yang biasa berkubang dalam kotoran, ia bahagia tinggal di sana, ia bergulung-gulung di sana dan tidur di sana, ia mendengkur dalam lumpur; orang-orang macam ini menjadi obyek kengerian bagi mata Tuhan dan para malaikat kudus. Lihatlah, anak-anakku, Tuhan kita dimahkotai duri demi menyilih dosa-dosa kesombongan kita; tetapi demi dosa terkutuk ini, Ia didera dan dicabik-cabik hingga berkeping-keping, sebab Ia Sendiri mengatakan bahwa setelah penderaan segala tulang-tulang-Nya dapat dihitung.

Wahai anak-anakku, andai tak ada jiwa-jiwa murni di sana sini yang melakukan silih di hadapan Allah yang baik dan meredakan murka-Nya, kalian akan melihat bagaimana sepantasnya kita dihukum! Sebab sekarang, dosa macam ini telah begitu biasa dilakukan di dunia, hingga cukup membuat orang gemetar karenanya. Anak-anakku, orang dapat mengatakan bahwa neraka memuntahkan kejijikannya ke atas bumi, bagaikan cerobong mesin uap mengepulkan asap. 

Iblis melakukan apa saja yang ia dapat guna mencemarkan jiwa kita, padahal jiwa kita adalah segalanya…. tubuh kita hanyalah setumpuk daging yang fana: pergilah ke makam untuk melihat apa yang kalian cintai, jika yang kalian cintai itu adalah tubuh kalian. Seperti telah seringkali aku katakan, tak ada suatupun yang lebih hina dari jiwa yang cemar. Suatu ketika adalah seorang kudus yang memohon kepada Allah yang baik untuk memperlihatkan kepadanya suatu jiwa yang cemar; dan ia melihat jiwa yang malang itu bagaikan seekor binatang liar yang mati, yang diseret melintasi jalan-jalan di bawah terik matahari selama seminggu.

Hanya dengan memandang seseorang, kita akan tahu apakah ia seorang yang murni. Dari matanya terpancar kejujuran dan kerendahan hati yang menghantarmu kepada Allah yang baik. Sebaliknya, sebagian orang tampak terbakar oleh nafsu…. Setan menempatkan dirinya ke dalam mata mereka untuk membuat yang lain jatuh dan menghantar mereka pada kejahatan. Mereka yang telah kehilangan kemurnian bagaikan sehelai kain yang terkena noda minyak; kalian dapat mencuci dan mengeringkannya, namun noda itu senantiasa akan muncul kembali: sehingga sungguh dibutuhkan suatu mukjizat untuk membersihkan suatu jiwa yang cemar.
sumber : “Catechism on Impurity by Saint John Vianney”; www.catholic-forum.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar