Cari Blog Ini

Jumat, 20 September 2013

Doa Presidensial. Apa itu ?

Dalam Perayaan Ekaristi, ada yang disebut Doa Presidensial. Apakah doa presidensial itu? Doa presidensial adalah doa pemimpin. Kata “presiden” bukanlah semata-mata kata yang menunjuk pada kepala negara, tetapi juga menunjuk pada seorang yang memimpin. Bahasa Inggris “to precide” berarti mengetuai atau memimpin. Doa presidensial dalam perayaan Ekaristi dimaksudkan sebagai doa yang hanya dibawakan oleh pemimpin perayaan Ekaristi dan tidak boleh didoakan oleh umat.
Doa-doa presidensial dalam perayaan Ekaristi adalah Doa Syukur Agung, Doa Pembuka (collecta), Doa Persiapan Persembahan (oratio super oblata) dan Doa Sesudah Komuni (oratio post communione) (PUMR No. 30). Keempat doa ini tidak boleh didoakan oleh umat. Imam pun tidak boleh mengajak umat untuk mendoakan doa-doa ini bersama-sama walaupun teksnya tersedia di tangan umat. Doa presidensial hanya didoakan oleh selebran utama, yakni imam yang memimpin perayaan Ekaristi.

Khusus dalam Doa Syukur Agung, pada prinsipnya selebran utama yang memimpin. Jika ada imam lain yang mengikuti konselebrasi, maka ada bagian-bagian tertentu yang hanya boleh dipimpin oleh selebran utama, dan kepada imam lain sebagai konselebran diberikan bagian-bagian tertentu untuk didoakan (bdk. PUMR No. 216-236). Sedangkan umat hanya menyerukan doa-doa khusus seperti pada bagian Anamnesis dan seruan aklamatif “Amin”.
Doa-doa presidensial ini begitu penting dalam peribadatan gereja sehingga memang dikhususkan bagi selebran utama. Doa-doa presidensial disampaikan oleh imam kepada Allah atas nama seluruh umat kudus dan semua yang hadir, dan melalui dia, Kristus sendiri memimpin himpunan umat (PUMR No. 30). 

Maka doa-doa presidensial ini perlu dibawakan dengan suara lantang dan diucapkan dengan jelas sehingga mudah ditangkap oleh umat. Sebaliknya umat wajib mendengarkannya dengan penuh perhatian. Oleh karena itu, sementara imam membawakan doa presidensial, tidak boleh dibawakan doa lain atau nyanyian atau bunyi-bunyi alat musik (PUMR No. 32).

Salah satu contoh doa yang hanya boleh dibawakan oleh imam sebagai pemimpin perayaan Ekaristi, dan kemudian di-“amin”-i oleh umat adalah
Doa Damai:
I:  Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
   U: Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar