Minggu, 28 Juli 2013

Yang Tersisa Manjadi Berguna

Setiap kali ibu-ibu yang memasak di rumah, atau ibu yang biasa membantu mencuci pakaian berlibur ke kampung, keluarga umumnya menjadi kebingungan dan kewalahan. Tak ada lagi yang memasak di dapur, mencuci pakaian yang kotor, membersihkan rumah, dsb. Tak heran jika ada ibu-ibu yang membantu di rumah sedang pulang kampung, kita menjadi kebingungan. Seperti ada yang hilang dari keluarga dan kita siap-siap menyambut segudang kerepotan yang harus dijalani.
Begitulah yang sering terjadi juga dalam masyarakat khususnya ketika libur Idul Fitri tiba. Ketika banyak pembantu rumah tangga libur, banyak keluarga-keluarga yang mempunyai pembantu rumah tangga menjadi binggung dengan urusan rumah sehari-hari. Karena terbiasa memiliki pembantu, banyak urusan rumah tangga ditangani pembantu. Ketika mereka hendak libur, banyak orang bingung, padahal mereka sering dianggap orang yang tidak penting, bahkan mendudukui peringkat bawah dalam dunia kerja. Kepada mereka justru dipercayakan tugas-tugas penting dalam keluarga.
"Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru." (Mrk. 12:10)  Seperti halnya tukang bangunan, mereka membuang batu-batu yang buruk. Batu-batu itu hanya akan digunakan dalam keadaan terpaksa. Tetapi justru batu-batu yang terbuang itu menjadi batu penjuru, batu yang menentukan fondasi suatu bangunan. Hal ini mengajak kita untuk menghormati semua pribadi dengan baik. Jangan melihat mereka dari perbedaan kemampuan atau fisik. Tuhan mampu menggunakkan semua orang sesuai rencana-Nya.
Tuhan, ajarilah aku untuk menghormati semua orang sebagaimana mereka adanya. Mampukan aku untuk membantu dan saling menumbuhkan satu dengan yang lain. Amin.
Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini