Selasa, 09 Juli 2013

LITURGI BUKAN SATU-SATUNYA KEGIATAN GEREJA

15Marilah kita mencermati kegiatan-kegiatan kita setiap hari dan minggunya. Hari Senin hingga Jumat atau Sabtu, kita umumnya bekerja. 

Yang masih belajar ya pergi sekolah atau kuliah. Yang petani ya bekerja di sawah, yang karyawan atau pegawai ya ke kantor atau tempat kerja. Lalu pada umumnya kita pergi ke gereja paroki atau stasi pada hari Minggu untuk merayakan Ekaristi. 

Sebagian dari kita malah biasa merayakan Ekaristi setiap hari. Biasanya, Misa atau Ekaristi harian berlangsung kurang lebih setengah jam dan yang hari Minggu kurang lebih satu hingga satu setengah jam. Ada doa Angelus pada jam 06.00, 12.00, dan 18.00 setiap harinya. 

Banyak dari kita yang juga masih menyempatkan doa pribadi, atau ibadat harian, atau bahkan Adorasi Ekaristi. Tetapi dari seluruh acara itu, tampaklah hidup kita yang 24 jam sehari diisi dengan macam-macam kegiatan, dan kegiatan liturgi hanyalah salah satu saja dan sering dalam porsi waktu yang sangat kecil dibandingkan porsi lainnya seperti bekerja ataupun beristirahat.

Hal ini diakui oleh Gereja bahwa “liturgi suci tidak mencakup seluruh kegiatan Gereja”, seperti disebutkan dalam Konstitusi Liturgi (SC 9). 

Mengapa? Karena kegiatan Gereja dan umat beriman sangatlah beragam dan meliputi beberapa bidang. Selain liturgi, bidang pewartaan, kesaksian, persekutuan dan juga amal kasih pelayanan juga disebut dalam dokumen Konstitusi Liturgi artikel 9 itu. 

Disebutkan misalnya: “Gereja harus menyiapkan umat beriman untuk menerima sakramen-sakramen, mengajar mereka mengamalkan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Kristus, dan mendorong mereka untuk menjalankan semua amal cintakasih, kesalehan dan kerasulan” (SC 9).

Itulah sebabnya, tidak pernah diajarkan oleh Gereja bahwa umat beriman harus hanya berdoa atau berliturgi terus saja sepanjang hari. Berdoa atau berliturgi bisa saja hanya sekian waktu atau jam setiap hari atau Minggunya, tetapi ajakan Gereja adalah bagaimana apa yang kita doakan dan rayakan dalam liturgi itu mendorong karya pelayanan kita, entah pewartaan, kerasulan, kesalehan maupun amal kasih kita kepada sesama!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini