Cari Blog Ini

Selasa, 30 Oktober 2012

ALTAR DALAM GEREJA KATOLIK (1)


ASAL KATA “ALTAR”
Sebenarnya asal-usul kata “altar” kurang jelas, entah dari kata Latin “alta res” yang berarti “hal yang tinggi” atau “alta ara” yang berarti “altar yang tinggi”. Orang-orang Romawi kuno sudah membedakan dua macam altar: 
“ara” merupakan altar kecil yang dapat dipindah-pindahkan, dipakai untuk kegiatan kultik orang biasa, untuk pengenangan orang mati, dsb; 
“altare” merupakan altar yang lebih monumental, dibangun menjulang, khususnya untuk kegiatan kultik kaum kalangan atas. Umat Kristiani perdana meminjam istilah “altare” itu terutama untuk menunjuk pada meja Kurban Perjanjian Baru.

MAKNA DAN FUNGSI ALTAR
Di atas altar, Kurban Salib dihadirkan dalam rupa tanda-tanda sakramental. Altar adalah meja Tuhan; di sekelilingnya umat Allah berhimpun dan saling berbagi. Altar menjadi pusat kegiatan bersyukurnya umat. Altar, sebagai meja perjamuan kudus, seharusnya menjadi yang paling mulia dan paling indah. Hendaknya dirancang dan dibangun bagi keperluan kegiatan liturgis komunitas / umat. Altar adalah tanda Kristus; altar adalah simbol Kristus sendiri.

UMAT KRISTIANI JUGA MERUPAKAN ALTAR
Altar adalah simbol Kristus. Altar adalah juga Kristus sendiri. Itu memang makna simbolisasi liturgisnya. Namun dalam tataran spiritual ternyata altar juga menyimbolkan umat kristiani. Maksudnya, umat kristiani adalah altar-altar spiritual tempat kurban hidupnya dipersembahkan bagi Allah. St Ignatius dari Antiokhia, St Polikarpus, dan St Gregorius Agung pernah menyinggung gagasan ini. Orang kristiani yang memberikan dirinya sendiri, entah lewat doa maupun pengorbanan, menjadi batu-batu penjuru, di mana Yesus membangun altar Gereja-Nya. Dari altar mengalirlah spiritualitas jemaat dan setiap pribadi anggota Gereja.


SEBUTAN-SEBUTAN LAIN UNTUK ALTAR
Dalam buku liturgis tentang pemberkatan Gereja dan altar (Ordo Dedicationis Ecclesiae et Altaris, 1977) terdapat beberapa sebutan lain untuk altar, yakni: “meja sukacita”, “tempat persatuan dan perdamaian”, “sumber kesatuan dan persahabatan”, “pusat pujian dan syukur”. Sebutan-sebutan ini melengkapi makna utama sebuah altar sebagai meja kurban dan perjamuan.

ALTAR: MEJA KURBAN DAN MEJA PERJAMUAN
Altar sebagai Meja Kurban adalah bagi kurban salib yang diabadikan dalam misteri berabad-abad hingga kedatangan Kristus kembali. Altar sebagai Meja Perjamuan adalah bagi warga Gereja yang berkumpul untuk bersyukur dan berterimakasih kepada Allah dan menerima Tubuh dan Darah Kristus. Altar adalah Meja Tuhan!
Bersambung.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar