Cari Blog Ini

Jumat, 28 September 2012

Jelang Bulan Rosario


Jika kita pergi ke Gereja Pena atau Gereja di Soppeng, kita akan menjumpai sebuah patung Bunda Maria yang sedang memangku dan meratapi putra-Nya, Yesus yang telah wafat disalib. Itulah patung yang disebut Pieta. Pieta atau Piety berarti juga devosi. Bulan Oktober nanti  merupakan bulan Rosario dimana kita akan berdoa Rosario sebulan penuh. Kita akan berdevosi kepada Maria.
Peran Bunda Maria kepada Yesus dimulai pada masa karya keselamatan-Nya yaitu dari masa penderitaan/ kematian sampai dengan kebangkitan-Nya. Yesus telah mewahyukan keinginan-Nya dengan memberikan contoh dan teladan dalam mengikuti perintah Bapa-Nya.
“Hormatilah Ayah dan Ibumu”. Yesus menghendaki agar kita semua turut ambil bagian dalam doa kepada Bunda-Nya yang tersuci, dengan demikian kita disatukan dengan keinginan Bunda Maria. Yesus hendak menggerakkan berbagai rahmat demi keselamatan kita.
Semuanya itu dapat diberikan-Nya hanya melalui sarana doa, yaitu melalui Bunda-Nya sesuai dengan kehendak-Nya sendiri. Oleh sebab itu, Ia menolak menganugerahkan rahmat kepada mereka yang mencari sarana atau jalannya sendiri. Dengan berdoa Rosario kita diberi kekuatan.
Santa Lucia dari Fatima pernah mengatakan bahwa tidak ada masalah, baik moral maupun fisik yang tak dapat diselesaikan melalui Doa Rosario.
Selain berdoa Rosario, baiklah kita juga berdoa setiap hari, pagi dan malam hari “Doa Tiga Salam Maria” demi menghormati keistimewaan, yang dianugerahkan Tritunggal Mahakudus yang terpuji ini kepada Perawan Maria. Kita dapat mempraktekkan doa ini pagi dan malam hari. “Doa Tiga Salam Maria” ini demi penghormatan atas ketiga keistimewaan anugerah, dengan seruan pada akhir doa pagi kita : “ya Bunda, jauhkanlah aku dari dosa berat sepanjang hari ini ”, dan pada malam hari : “Ya Bundaku jauhkanlah aku dari dosa berat, sepanjang malam ini.”
Paus Leo XIII dan Pius X, amat menganjurkan doa ini (Doa Ave Maria,A.M-42.2007).
Tanggal 01 Oktober 2012 nanti akan diadakan pembukaan Bulan Rosario Di Gereja kita Gereja Katedral Makassar. Diawali dengan Perayaan Ekaristi dan kemudian di lanjutkan dengan perarakan ke Gua Maria untuk berdoa Rosario Bersama di depan Gua Maria.  Kita sebagai putra-putri Bunda Maria, di panggil untuk turut serta dalam kegiatan doa ini. 
rd***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar