Cari Blog Ini

Kamis, 23 Januari 2014

PENJALA MANUSIA

Dodi menarik nafas panjang. Dia sedang menunggu umpannya dimakan ikan. Tiba-tiba, dia merasakan kailnya bergerak, “Ya….. Kena, kena… !” Dodi menarik pancingnya dengan cepat tetapi kailnya ternyata kosong. Ikan yang diharapkan tidak ada dan umpannya pun sudah habis. “Wah, itu pasti ikan yang besar yang lolos.” Kakek berkata sambil tertawa kecil sambil memberikan seekor cacing segar kepada Dodi untuk dijadikan umpan baru.
Tidak lama kemudian, Dodi menarik pancingnya kembali. “Kali ini aku dapat!” Dodi berseru. Dia melepaskan seekor ikan dari kailnya dan dilepaskan di sebuah ember.“Bagus, Dodi.” Kakek ikut senang. “Ikan itu pasti enak untuk digoreng untuk akan malam. Ayo kita lihat berapa ekor ikan lagi ikan bisa kita dapat.”
Setelah beberapa ekor ikan yang didapat, Kakek berkata, “Tuhan Yesus berbicara kepada murid-murid-NYA tentang menangkap ikan. Beberapa dari mereka bekerja sebagai nelayan, jadi mereka mengerti apa yang Tuhan Yesus bicarakan. Kamu ingat apa yang dibicarakan, Dodi?”
“Oh, ya. Menjadi penjala manusia, “ Dodi menjawab dengan semangat. “Aku belajar di Sekolah Minggu dan ada sebuah lagu mengenai hal itu, Kakek. Tetapi….apa maksudnya menjadi penjala manusia. Kitakan manusia tidak suka makan cacing……” Dodi tertawa.
Kakek ikut tertawa. “ Tepat sekali, bukan makanan untuk perut tetapi kita memberikan makanan lain yaitu makanan rohani, “ Kakek menjawab. “Makanan rohani itu adalah ‘Roti Kehidupan’. Tuhan Yesus berkata Dialah ‘Roti Kehidupan’ itu, ingat? “
Dodi berppikir sebentar dan berkata, “ Tetapi sering sekali kita tidak mau makan. “
Kakek menggelengkan kepalanya “Tidak, mereka tidak mau makan,” kata Kakek. “Ada yang sama sekali tidak mau mendengar sama sekali tentang Tuhan Yesus. Ada yang seperti ikan yang hanya mengutil, makan sedikit-sedikt. Sepertinya mereka tertarik, tetapi tidak banyak. Meeka pergi setelah mendengarkan sedikit saja nama Tuhan Yesus disebut. Tetapi…..” mata kakek bersinar-sinar, “ada juga orang yang seperti ikanyang kita tangkap ini. Mereka ingin tahu semua yang mereka dengar, dan mereka menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. “ Sambil menunjuk ikan-ikan yang tertangkap di dalam ember. “ Jadi kita harus terus memancing walaupun pertama-tama gagal. Pasti akan berhasil. Begitu pula dalam menjala manusia.”
Renungkan: Apakah kamu juga seorang penjala manusia bagi Tuhan Yesus? Kamu harus terus mencari kesempatan untuk dapat membagikan Injil keselamatan dalam Kristus. Ceritakan kepada orang lain betapa bersyukurnya kamu karena Tuhan Yesus sudah menyelamatkan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar