Cari Blog Ini

Jumat, 15 Juni 2012

Bola-bola Golf Dalam Toples

Seorang professor berdiri di depan mata kuliah filsafat dan menaruh beberapa barang di atas mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples kosong bekas mayonaise yang besar dan mulai mengisinya dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berpaling kepada pada para muridnya dan bertanya: “Apakah toples itu sudah penuh?”. Para mahasiswa pun menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak batu kerikil dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang-guncang toples itu dengan ringan, sehingga batu-batu kerikil melesak masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya lagi kepada para muridnya apakah menurut mereka toples itu sudah penuh. Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples yang sama dan mengguncang-guncangkannya lagi … Tentu saja pasir itu menutup semua celah yang masih kosong. Sang Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh, dan para murid dengan suara bulat berkata, “Yaa!”. Tapi mereka belum mengerti apa yang dimaksud sang Profesor.

Terakhir, sang Profesor menyeduh dua cangkir kopi dengan air panas dari dispenser dan menuangkannya ke dalam toples. Air kopi itupun meresap ke dalam pasir di dalam toples itu. Para murid pun tertawa…

“Sekarang,” kata profesor ketika suara tawa mereda, “Saya ingin kalian memahami bahwa toples inimewakili kehidupanmu.”

“Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting dalam kehidupanmu: Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika suatu saat segala sesuatu yang kau miliki hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh.”

“Batu-batu kerikil adalah hal-hal lain yang kau miliki, seperti pekerjaan, karir, rumah dan mobil dan benda-benda lain”. Sedangkan Pasir adalah hal-hal yang lain yang kurang penting – hal-hal yang sepele.”

“Seandainya kalian memasukkan pasir ke dalam toples hidupmu,“ lanjut profesor, “Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu kerikil ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan waktu dan energi hanya untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang lebih penting”. 

“Jadi, berilah perhatian untuk hal-hal yang paling penting untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check-up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Adakan waktu untuk membersihkan rumah, mendekorasi kembali ruang tamu, atau memperbaiki mobil atau perabotan”.
“Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf – Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya.”


Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, “Kalau Kopi yang dituangkan tadi, mewakili apa dalam kehidupan kita?” Profesor itu tersenyum, “Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar