Rabu, 28 Maret 2012

PERAYAAN-PERAYAAN LITURGIS SELAMA PEKAN SUCI DAN TRIHARI PASKAH


C.H. Suryanugraha, OSC
Institut Liturgi Sang Kristus Indonesia (ILSKI), Bandung

Sebelum memasuki masa Trihari Paskah (Triduum Paschale, TP) Gereja mengalami suatu masa tobat dan puasa yang disebut dengan Masa Prapaskah (Tempus Quadragesimae, TQ). Pada hari-hari terakhir Masa Prapaskah dan menjelang Trihari Paskah masih terdapat suatu masa yang cukup penting, yakni Pekan Suci (Hebdomada Sancta, HS). 

Pekan Suci diawali dengan Misa Pengenangan Sengsara Tuhan pada perayaan Minggu Palma atau Minggu Sengsara. Kamis Putih menjelang Misa Perjamuan [Malam] Tuhan sekaligus merupakan akhir Masa Prapaskah dan Pekan Suci. 

Selama Trihari Paskah Gereja merayakan misteri-misteri terbesar karya penebusan. Perayaan Trihari Paskah merupakan puncak Tahun Liturgi. Rangkaian Trihari Paskah itu dimulai dengan Misa Perjamuan Tuhan padaKamis Putih sore dan berakhir dengan Ibadat Sore II Hari Minggu Paskah. Saat-saat itu Gereja mengenangkan peristiwa penyaliban (sengsara), pemakaman (wafat), dan kebangkitan Kristus. Ada satu garis ritual yang utuh: awal, puncak, dan penutup. 

Tulisan ini hanya ingin menyampaikan kekayaan perayaan-perayaan liturgis Pekan Suci dan Trihari Paskah itu dalam cara yang amat sederhana. Ibaratnya seorang siswa atau mahasiswa yang membuat catatan ringkas hal-hal penting yang perlu diingatnya sebelum menghadapi ujian. Cara ini mungkin akan membantu, mudah dijadikan sebagai pegangan sebelum kita mempersiapkan liturgi-liturgi Pekan Suci dan Trihari Paskah yang biasanya amat menyita pikiran, tenaga, dan waktu kita. Maka dari itu setiap hari liturgis akan dijelaskan secara cukup rinci to the point, lengkap dengan hal-hal penting yang perlu diketahui. Pemaparan beranjak dari makna, ketentuan liturgis, susunan liturgi, bacaan-bacaan liturgis, hingga unsur-unsur khas masing-masing.

Sebuah bagan (lihat berikut ini) akan membantu kita untuk lebih dapat memahami tempat Pekan Suci dan Trihari Paskah (Hari Liturgis) dalam konteks penghitungan waktu profan, waktu sebagaimana kebanyakan orang memahaminya (Hari Umum). Masih banyak yang kurang tepat dalam menghitung. Hari-hari apa saja sesungguhnya yang termasuk dalam masa Pekan Suci dan Trihari Paskah? Kapan Pekan Suci dan Trihari Paskah itu dimulai dan diakhiri? 


Jenis-jenis kegiatan umat, baik yang liturgis maupun paraliturgis, juga kami cantumkan (Kegiatan Liturgis/Paraliturgis). Tentu saja yang kami tampilkan adalah yang kurang lebih ideal, jenis-jenis kegiatan yang sebaiknya dilakukan pada hari-hari tertentu karena mengandung makna yang selaras, tidak rancu, dan menjaga alur perayaan selama beberapa hari liturgis yang istimewa itu. Yang ideal memang tidak atau belum selalu berarti yang dipraktikkan juga oleh umat atau Gereja di paroki-paroki selama Pekan Suci dan Trihari Paskah. Kegiatan-kegiatan liturgis selama Pekan Suci dan Trihari Paskah amat beragam dan kaya simbolisme. Tanpa mengecilkan arti keberadaan yang lain, kegiatan liturgis utama (nomer tebal: 1, 4, 5, 7, 10, 11) yang biasanya dibanjiri umat tentu amat perlu kita perhatikan secara khusus. Meskipun hanya menyebutkan dan tanpa menguraikan, kegiatan-kegiatan paraliturgis juga kami tampilkan, karena kegiatan-kegiatan semacam itu masih dikenal dan dirindukan umat. Terlebih, kegiatan paraliturgis tetap diharapkan membantu penghayatan umat akan perayaan liturgis, terutama spiritualitas yang terkandung di dalamnya. 

Garis-garis terputus di bawah nama Hari Umum menandakan batas antara hari umum yang sebelum dengan yang berikutnya. Masa Trihari Paskah dibingkai dengan garis ganda. Di dalamnya, garis-garis terputus di bawah tulisan Hari Liturgis menandakan batas Hari Umum. Berarti juga bahwa kegiatan-kegiatan liturgis/paraliturgis dapat berlangsung selama masa transisi dari hari yang satu ke hari berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini