Cari Blog Ini

Kamis, 05 Desember 2013

apa itu Aksi sosial natal?

AKSI SOSIAL NATAL adalah tindakan komunitas umat Katolik membantu sesama yang lemah, kecil, miskin, menderita, yang membutuhkan bantuan agar dapat mengalami sukacita Natal. Aksi Sosial Natal (ASN) merupakan Aksi Peduli Sesama (APS) yang dilaksanakan pada masa Natal. AKSI PEDULI SESAMA, termasuk Aksi Sosial Natal, bersifat intentio dantis. Artinya bahwa aksi atau tindakan bagi sahabat di masa Natal dilaksanakan sesuai dengan tujuan aksi itu dilakukan dan pada orang yang menjadi sasaran sesuai rencana Aksi Sosial Natal itu. Contoh, sebuah lingkungan mengumpulkan dana ASN dengan intensi untuk membantu biaya peningkatan gizi anak-anak satpam sekompleks PIK, maka dana yang terkumpul oleh panitia semua diberikan untuk anak-anak satpam sekompleks PIK, tidak boleh diberikan ke panti asuhan di luar PIK.
UNTUK siapakah ASN itu? Mengikuti Ajaran Sosial Gereja, aksi membantu sesama di masa Natal dapat dilakukan bagi semua orang lemah, kecil, tersingkir, miskin, cacat yang mau menerima bantuan, tanpa membeda-bedakan agamanya, partai politiknya, sukunya. Pokoknya tidak diskriminatif. Bagi yang tidak mau menerima, kita tidak boleh memaksa. Konsili Vatikan II dalam dokumen Kerasulan Awam (Apostolicam Actuositatem) juga menegaskan pentingnya bantuan dan belarasa terhadap mereka yang lemah, miskin, berkekurangan: “Di mana saja ada orang yang berkekurangan makanan dan minuman, pakaian, perumahan, obat-obatan, pekerjaan, pendidikan, kemudahan yang diperlukan untuk hidup yang benar-benar manusiawi; di mana saja ada orang yang tersiksa karena kesehatannya yang rapuh, yang menderita karena dibuang dan ditahan, di situ cinta kasih kristiani harus mencari dan menemukan mereka, menghibur mereka dengan perhatian intensif serta meringankan beban mereka dengan memberi bantuan.” (artikel 8)
BAGAIMANA kaitan antara ASN, dengan tema KAJ 2013 "Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbelarasa"? Aksi Peduli Sesama, termasuk ASN, adalah salah satu bentuk perwujudan semangat menanggapi ajakan untuk semakin meningkatkan iman, persaudaraan dan belarasa kepada sesama, terutama kepada yang lebih lemah, miskin, tersingkir, kecil dan penyandang cacat. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Iman akan Bapa surgawi bagi seluruh umat manusia diungkapkan dengan menjadikan sesama manusia sebagai saudara-saudari dan mencintai mereka sebagai saudara-saudari se-Bapa surgawi. 
Cinta itu secara nyata diwujudkan dalam sikap belarasa atau murah hati kepada sesama tanpa diskriminasi, teristimewa kepada yang lemah, miskin, kecil, tersingkir dan penyandang cacat. Mengapa yang lemah, miskin, kecil, tersingkir dan penyandang cacat diistimewakan? Mereka diistimewakan seperti anggota keluarga kita yang menderita yang harus lebih diperhatikan agar mereka akhirnya lebih berdaya dan berpartisipasi dalam hidup keluarga kita secara setara. Selama hidupnya, Yesus memberi contoh dalam hal mengistimewakan mereka yang lebih menderita itu, bahkan barangsiapa melayani orang yang lebih menderita disamakan dengan melayani diri-Nya (bdk. Matius 25: 31-46). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar