Jumat, 28 September 2012

TUJUH MALAIKAT AGUNG?????

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, “Sejak masa anak-anak sampai pada kematiannya malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa permohonan” 
(No. 336). St Basilius (wafat 379) menegaskan, “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Adversus Eunomium, III, 1). Sebagian besar dari kita, semenjak kecil telah belajar mendaraskan doa sederhana kepada malaikat pelindung kita, “Malaikat Allah, pelindungku tersayang, dengan perantaraan siapa kasih Allah dinyatakan kepadaku. Sejak saat ini dampingilah aku, untuk menerangi, melindungi, memimpin dan membimbingku.” Sebagian dari para kudus dapat melihat malaikat, seperti St Petrus 
(Kis 12:1-19), atau melihat malaikat pelindung mereka, 

Dalam Litani (Malaikat Agung) St. Rafael, terdapat kalimat doa yang berbunyi: "St. Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang berada di hadirat Yang Mahatinggi, doakanlah kami."

Siapakah yang dimaksud dengan ketujuh malaikat tersebut di atas? Dalam Alkitab malaikat agung yang sering disebut yaitu 1. Mikhael, 2. Gabriel, 3. Rafael, sedang keempat malaikat agung lainnya kemungkinan adalah 4. Uriel, 5. Barrachiel, 6. Sealtiel dan 7. Yehudiel. 

1. Malaikat Agung St Mikael , "Siapakah seperti Tuhan", 
dikenal sebagai malaikat keadilan, dan kitab Taurat mengenal malaikat ini sebagai penghancur Sodom dan Gommorah dan sebagai malaikat yang membantu penguburan Nabi Musa. Ia adalah malaikat perang melawan iblis dan pengikutnya. Malaikat Gabriel memberitahu pada Daniel, saat ia memohon pada Tuhan untuk membawa bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem: “Kerajaan Persia menentang aku... dan, datanglah Mikael, salah satu dari Pangeran Kepala datang menolongku”. Malaikat itu kemudian membicarakan mengenai akhir dunia, para Anti Kristus berkata: Dalam waktu itu Mikael bangkit, sang pangeran agung, yang berdiri di depan anak-anak manusia. Dalam Wahyu 12:7 “Dan terjadilah perang besar di surga, Mikael dan malaikat-malaikatnya bertarung melawan naga”. Ada yang mengatakan jika ia adalah salah satu dari Kerub yang menjaga pohon kehidupan. Ia dapat dimohon untuk: bertarung melawan iblis, menyelamatkan jiwa-jiwa dari neraka pada saat sakratul maut. 
   Michael disebut Penjaga Sakramen Mahakudus Ekaristi. Ia adalah pemimpin balatentara surga, sebagai seorang prajurit ia tidak hanya melindungi jiwa-jiwa tetapi juga melindungi kita dari musuh dan melindungi Tuhan Kita, dalam sakramen suci. Ia memiliki kuasa untuk menghukum siapapun yang berdosa melawan sakramen ini.
Doanya sbb: "St. Mikhael malaikat agung, bantulah kami dalam perang dan dalam tipu daya kejahatan Iblis. Semoga Tuhan menghukum mereka, dan kau Sang Pangeran Balatentara Surga, dengan kekuatan Tuhan, lemparkanlah ke neraka semua iblis dan roh jahat yang berkelana di dunia hendak membinasakan jiwa-jiwa".
Sedangkan doa yg diambil dari Kaplet doa St Mikael yg dibuat oleh oleh Paus Leo XIII setelah mendapatkan penglihatan di Vatikan: "St. Mikhael yang suci bantulah kami dengan segala malaikat sucimu. Ajari kami untuk mempertahankan iman di tengah kegelapan ini. Ajari kami untuk mempertahankan jiwa kami dan jiwa sesama kami. Ajari kami untuk menang dalam kesunyian dan patuh pada Tuhan. Ajari kami untuk mencintai Maria, Ratu Para Malaikat."


2. Raphael artinya Tuhan yang menyembuhkan. Ia hanya muncul dalam kitab Tobit.
Rafael ialah penjaga Sakramen Tobat. Rafael digambarkan membawa wadah minyak pengurapan dan ikan. Minyak melambangkan penyembuhan melalui sakramen pengakuan dosa. Ikan juga mengingatkan akan perlindungan yang ia berikan pada Tobit muda atas iblis Asmoday dan penyembuhan atas ayahnya yang buta. 

Dalam kaplet St Rafael tertulis doa demikian: 
"St Rafael Malaikat agung, engkau adalah Rafael Sang Penyembuh, Penunjuk Arah, untuk manusia yang dalam kesedihan dan kesusahan. Santo Rafael, malaikat kesehatan, bukti cinta dan kesukaan Cahaya Tuhan, doakanlah kami! 
Malaikat Suci Rafael, bantulah kami dengan balatentara malaikatmu! Kiranya kekuatan dan cintamu tumbuh pada kami. Yakinkan kami jika cinta Tuhan akan menguasai hati kami dan memenangkan semua kebencian dan kekotoran yang disebarkan roh jahat di dunia ini."

3. Malaikat Agung Santo Gabriel disebut dalam Injil. 
Kehadirannya juga dicatat pda kitab Daniel. Ia menjelaskan penglihatan tentang banteng yang melambangkan kehancuran kerajaan Persia akibat ulah Aleksander Agung. Ia juga memberitahu bahwa kerajaan itu akan dibagi di antara para jendral mereka, termasuk jendral Antiochus Ephiphanes. Daniel juga diberitahu oleh laki-laki yang bernama Gabriel yang “terbang dan dengan lembut menyentuh dia”, dan meramalkan tujuh minggu sebelum kedatangan Kristus. Ia adalah malaikat Inkarnasi dan juga dikenal sebagai malaikat belas kasihan. Malaikat Agung St. Gabriel disebut penjaga sakramen Baptis. Gabriel adalah Malaikat Agung yang memberitakan kabar gembira dan kemenangan inkarnasi melawan dosa dan maut. Ia sering digambarkan memegang bunga lili yang melambangkan jiwa murni yang dihasilkan melalui melalui sakramen baptis dan sakramen tobat, dua sakramen sebagai buah penebusan Kristus. Benderanya melambangkan kasih sayang Bunda Suci yang universal. 

Dalam kaplet St Gabriel tertulis doa sbb: "Bapa di surga, melalui keagungan malaikat Gabriel kami menerima Inkarnasi Putra Tunggal-Mu. Melalui bantuannya kami mengenal dan meneladan Bunda Kebenaran Suci yang menjawab: “Jadilah padaku menurut perkataanmu”. St. Gabriel, ajaklah kami untuk memuji Bapa atas hadiah berupa Putra-Nya, dan mari kita berdoa semoga kita satu dalam rahmatnya, melalui Bunda-Nya, kita akan menjadi satu dalam gereja atas satu gembala. Santo Gabriel yang suci, bantulah kami dengan balatentara malaikatmu! Bantulah kami menjadi pelayan Tuhan yang baik! Bantulah kami untuk menjaga dan mempertahankan murninya pembaptisan sehingga kami mampu menjadi pelayan Dia. Saat kami jatuh, arahkan kami sehingga kami dapat pulih. Melalui bantuanmu, semoga jiwa kami menjadi tempat kedamaian di mana Tuhan dapat tinggal. 


4. St. Uriel disebut Penjaga Sakramen Krisma. 
Ia membawa pedang kebenaran bagi prajurit Kristus, yaitu kita melalui sakramen krisma. Ia membawa api yang mengingatkan akan turunnya Roh Kudus pada pentekosta dan bara yang merupakan karunia Roh Kudus. Mengingatkan kita jika hati harus dibakar dengan cinta tersuci pada Tuhan seperti para seraphim, seperti Hati Suci Yesus dan Maria. Santo Uriel membawa neraca yang melambangkan penilaian tindakan kita. Itu juga melambangkan neraca milik Keadilan Sejati yang akan menimbang kita di hari penghakiman. Dia kurang dikenal dalam Alkitab. Uriel. Malaikat agung Uriel yang memerintah Pemerintahan dan Kedamaian. Uriel membawa pedang yang menjaga Taman Eden. Wujudnya adalah seorang laki-laki yang membawa pedang menyala. a dipanggil malaikat Petir dan Terror. Dia diidentifikasi sebagai Seraphim dan Cherubim sekaligus, dan dikenal dalam kitab Wahyu yang memanggil para burung untuk membinasakan para Iblis, yang memperingatkan Nuh akan air bah. 

Dari kaplet doa Santo Uriel, tertulis: "Malaikat Agung St Uriel, bantulah kami dengan balatentara malaikatmu! Buatlah hati kami terbakar dengan nyala Hati Tersuci. Bantulah kami untuk menggunakan sakramen penguatan Krisma yang merupakan karunia dari Roh Kudus sehingga semakin berbuah dalam jiwa kami. Berikan kami berkat dari Pedang Kebenaran untuk menghalau semua yang menentang Harapan Tuhan dalam hidup kami, sehingga kami layak bergabung dalam tentara surgawi.

5. St Yehudiel Penolong dalam Sakratul Maut dan Penjaga Sakramen Pengurapan Orang Sakit
Santo Yehudiel membawa sebuah mahkota yang membara yang melambangkan penebusan dan belas kasih Tuhan dan kemenangan yang menunggu di kehidupan selanjutnya sekaligus melambangkan penderitaan kita yang ditanggung dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus.
Doa kepada malaikat Santo Yehudiel sbb: "St Yehudiel, kau sangat kuat dan mengalahkan Iblis Belzebub. Datanglah dan bantulah kami dengan balatentara malaikatmu! Temani kami dalam peperangan melawan serangan dari neraka yang mengancam Bunda Suci dan Gereja. Jagalah kami dalam sakratul maut dengan kekuatan kehadiranmu. Pertahankanlah kami sehingga kami tidak menghilang tanpa sakramen terakhir sehingga kami siap berdiri untuk menghadapi Hari Akhir. Lepaskan rasa iri dari hati kami melalui kekuatan Tuhan yang kau miliki, sehingga kami bisa sepertimu, memuji kemuliaan Tuhan di kehidupan ini dan yang akan datang. 

6. Malaikat agung St Barachiel 
memimpin sepasukan malaikat 496,000. Buku Henokh menjelaskan dirinya sebagai salah satu dari empat penguasa Serafim dan malaikat petir. Dia sering digambarkan memegang putih bangkit melawan dada, atau dikelilingi di kelopak mawar putih dan digambarkan sebagai pemimpin para malaikat pelindung. Sumber Wikipedia menyebutkan: 


6. Santo Sealtiel, penjaga Misa Kudus.
Ia membawa dupa melambangkan doa dan penyerahan pada Pengorbanan Tuhan dalam misa kudus. “Dan malaikat lain datang dan berlutut di depan altar dengan pedupaan emas, dan disana diberikan padanya pedupaan, yang berisi doa smua orang kudus di depan altar emas, dekat dengan Singasana Tuhan. Asap dari pedupaan naik dari tangan para malaikat itu” (Kitab Wahyu 8:3-4).

Doa kepada Malaikat agung St Sealtiel: "Santo Sealtiel datanglah dengan bala bantuan malaikatmu! Datanglah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Belas Kasih, datanglah ke pendoa yang hina ini; dan buatlah aku mengetahui misteri surga melalui Belas Kasih-Nya yang tak terbatas, menjadi pelayan altar-Nya. Doakan kami kami pada Yesus, semoga para imam memiliki hati yang sama dengan Hati-Nya!

****Berdasarkan Ajaran Gereja Katolik, Malaikat Agung, hanya ada tiga, Yaitu: S. Mikael, S. Gabriel dan S. Rafael. Pesta di rayakan setiap tanggal 29 September.

SEPUTAR MALAIKAT DI SURGA

SIAPA ITU PADUAN SUARA MALAIKAT? 
     Katekismus gereja Katolik dengan sangat jelas mengatakan kebenaran iman ini, bahwa ada makluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci disebut  “MALAIKAT”. Maka sudah sepantasnya setiap anggota gereja menerima dan mempercayai kebenaran iman ini. Malaikat dapat digambarkan sebagai makluk rohani murni dan wujud pribadinya memiliki akal-budi dan kehendak bebas. Malaikat tidak dapat mati.
       Sejak abad ke-4, malaikat digolongkan dalam SEMBILAN paduan suara. Dikenal dengan sebutan paduan suara para malaikat. Dijelaskan kurang lebih seperti berikut:

KETIGA PADUAN SUARA yang pertama MENATAP DAN BERSEMBAH SUJUD langsung di hadapan Tuhan:
1. SERAFIM, 
artinya “yang bernyala-nyala”. Serafim memiliki    nyala kasih yang paling berkobar di hadapan Tuhan dan hadir di hadapan Tuhan dengan pemahaman yang sungguh mendalam. <LUCIFER adalah salah satu dari Serafim yang terang benderang itu, tetapi kemudian berubah menjadi kegelapan>
2. KERUBIM, 
artinya “kesempurnaan kebijaksanaan”. Kerubim berdiri di hadapan kebijaksanaan Ilahi; merenungkan penyelenggaraan dan rancangan Allah bagi makluk ciptaan-Nya.
3. TAHTA, 
melambangkan keadilan Ilahi dan kuasa pengadilan. Tahta berdiri dengan merenungkan kuasa dan keadilan Allah.

KETIGA PADUAN SUARA berikutnya MENUNAIKAN RENCANA PENYELENGGARAAN ILAHI bagi alam semesta :
1. PENGUASA, 
nama ini menyiratkan otoritas. Dikenal juga sebagai pemimpin paduan suara yang lebih kecil.
2. KEUTAMAAN, 
nama ini menimbulkan kesan daya atau kekuatan. Dikenal siap melaksanakan perintah Penguasa dan memimpin kelompok surgawi.
3. KEKUATAN, 
nama itu menunjuk pada tugas menghadapi serta melawan kuasa-kuasa jahat yang menentang rancangan peyelenggaraan Ilahi.

KETIGA PADUAN SUARA yang terakhir berhubungan langsung DENGAN MASALAH-MASALAH Manusia:
1. KERAJAAN, 
melindungi kerajaan-kerajaan duniawi, seperti bangsa-bangsa atau kota-kota.
2. MALAIKAT AGUNG, 
menyampaikan pesan-pesan Allah yang paling penting kepada umat manusia. (Bdk. Malaikat Mikael-Gabriel dan Rafael)
3. SETIAP MALAIKAT, 
mengemban tugas sebagai pelindung setiap kita. Sering disebut malaikat pelindung masing-masing kita.

Walau ini “bukan merupakan” dogma resmi, tetapi penggolongan ini sangat popular pada abad pertengahan, salah satu buktinya dalam tulisan-tulisan St. Thomas Aquinas.

APA YANG DILAKUKAN MALAIKAT?
       Kita mempercayai bahwa Allah menciptakan Malaikat sebelum karya ciptaan yang lainnya. Dalam perjalanan sebagian malaikat yang dipimpin LUCIFER, berontak melawan Allah. Mereka dengan KEHENDAK BEBAS-nya memilih dengan tak dapat dibatalkan kembali, untuk menolak Allah dan hukum-hukumnya secara radikal, sebab itu mereka dicampakan ke dalam neraka.
         Peristiwa ini disebut sepintas dalam beberapa teks Perjanjian Baru. St. Petrus menulis, “Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman”(2 Pet 2:4), bdk teks lain Mat. 25:41. Yang perlu kita ingat adalah malaikat-malaikat yang jatuh ini <setan dan roh-roh jahat> diciptakan sebagai yang baik, tetapi dengan kehendak bebas mereka sendiri memilih untuk berdosa dan berpaling dari Allah.
   Salah satu kunci untuk memahami malaikat adalah MELIHAT apa yang MEREKA LAKUKAN:
Pertama, 
    Malaikat memandang, memuji dan memulikan Allah di hadirat-Nya yang Ilahi. Hendaknya disadari bahwa setiap kita mempunyai seorang malaikat pelindung. Yesus sendiri pernah bersabda, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu; ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga” (Mat 18:10), bdk. teks lain: Why 5:11 dst, tentang para malaikat yang menggelilingi tahta Allah; Luk. 15:10 tentang para malaikat yang bersukacita atas jiwa orang berdosa yang bertobat.

Kedua, 
    Malaikat merupakan sebutan yang menggambarkan peran mereka dalam interaksinya dengan dunia ini. Malaikat dalam bahasa Ibrani “Malach” artinya “Utusan”; bahasa Inggris “Angel” dari kata Yunani “Angelos” yang berarti utusan. Kitab suci melukiskan peran malaikat sebagai utusan Allah yang menyampaikan pesan, melaksanakan keadilan atau pun memberikan kekuatan serta penghiburan.
Beberapa contoh dari Kitab Suci tentang hal ini:
Kej. 3:24 : setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka diusir dan Kerubim ditempatkan Tuhan untuk menjaga jalan masuk taman Eden.
Kej. 19 : Malaikat melindungi Lot dan keluarga di Sodom dan Gomora
Kej. 22 : Malaikat menghentikan Abraham ketika hendak mempersembahkan Isak.
Kis 10:1dst : Malaikat menampakan diri pada Kornelius dan menghantarnya sampai pertobatan.
Kis. 12:1dst : Malaikat membebaskan Petrus dari penjara.

Semoga kita tidak lupa bahwa para malaikat juga melindungi kita tiap-tiap hari, supaya hidup kita selalu berkenan kepada Allah.**

PERTEMPURAN BESAR DI SURGA

Suatu ketika, pada Permulaan Penciptaan, terjadilah suatu Pertempuran Besar di Surga. Beginilah kisahnya:

Tuhan menciptakan Surga dan Bumi dan semua malaikat dan para pemimpin malaikat yang disebut Malaikat Agung. Para Malaikat Agung adalah sahabat Tuhan. Mereka Bercahaya dan Gagah serta Perkasa. Termasuk di antara para malaikat agung adalah Gabriel, Rafael dan Mikhael. Selain mereka ada juga Lucifer. Lucifer sangatlah elok hingga para malaikat menyebutnya Putera Fajar.

Para malaikat berbahagia karena mereka bersama-sama dengan Allah dan mereka semua mengasihi-Nya. Kemudian, pada suatu hari Lucifer berkata kepada dirinya sendiri: “Mengapa harus Tuhan yang paling berkuasa di Surga? Mengapa bukan aku? Aku bisa terbang dan berubah wujud, aku elok serta gagah perkasa. Sesungguhnya aku ini sama pentingnya dengan Tuhan. Mulai sekarang aku tidak lagi akan melakukan perintah-Nya. Aku akan melawan-Nya dan Surga akan menjadi milikku!”

Maka, Lucifer pergi berkeliling Surga dan ia mengumpulkan banyak malaikat yang juga tidak suka dianggap kurang penting dibanding Tuhan hingga terbentuklah suatu pasukan yang besar. Pasukan para malaikat itu menuju Tahta Allah dan berkata dengan sombongnya: “Kami ini sama pentingnya dengan Engkau. Mengapa harus Engkau yang menjadi Raja atas Surga dan atas kami? Kami ini Gagah perkasa dan Elok dan penuh Kebanggaan diri. Kami akan bertempur melawan Engkau untuk merebut Kerajaan Surga.”

Tuhan memandang mereka, dan kemudian Ia berkata: “Lucifer, Aku menganggapmu sebagai seorang sahabat, dan Aku percaya kepadamu. Bertindaklah bijaksana, coba pikirkan apa yang hendak engkau lakukan ini.” “Aku sudah memikirkannya,” kata Lucifer, “dan lebih baik aku tidak tinggal di surga sama sekali daripada Engkau harus menjadi Rajaku, demikian juga pendapat para malaikat yang lain!” Dan di belakangnya seluruh para malaikat yang memberontak berseru dengan suara lantang: “Kami berpihak pada Lucifer! Hidup Lucifer! Biarlah ia yang memerintah atas kami di Surga! KAMI TIDAK MENGHENDAKI TUHAN!” “Baiklah,” kata Tuhan, “jika kalian tidak menghendaki Aku. Tetapi, jika kalian hendak menguasai Surga, kalian boleh mencobanya jika kalian mau.” Kemudian, Tuhan memanggil Malaikat Agung Mikhael dan memerintahkannya untuk membentuk Pasukan Balatentara Surgawi yang berada di pihak Tuhan.

Maka terjadilah Pertempuran Besar di Surga antara Mikhael dan para malaikatnya melawan Lucifer. Lucifer berperang, dan para malaikatnya juga berperang, tetapi mereka TIDAK DAPAT menang. Mikhael menghalau Lucifer dari Surga dan Lucifer jatuh ke bawah dan ke bawah dan ke bawah hingga ke neraka. Semua malaikat pengikutnya dihalau juga bersama dengan Lucifer. Pintu Surga kemudian ditutup. Sorak-sorai terdengar membahana dari pihak Balatentara Surgawi yang dipimpin oleh Mikhael: “Surga telah menang! Bersoraklah dan bergiranglah, hai seluruh malaikat Allah! Allah yang Maha Baik selalu menang!”

Jadi, sekarang kalian tahu mengapa kita mengatakan dalam doa kita, “Malaikat Agung St. Mikhael, lindungilah kami dalam peperangan,”karena ia adalah Panglima Perang Balatentara Surgawi.

Tetapi, apa yang kemudian terjadi pada Lucifer dan para malaikat yang memberontak? Lucifer amat marah dan berang atas kekalahannya dalam Pertempuran melawan Tuhan. Tidak akan pernah ia melupakannya. Lucifer tidak pernah lagi diperkenankan masuk ke dalam Surga untuk selama-lamanya. Jadi, karena Dendam yang mendalam, ia melakukan apa saja untuk membalas Tuhan.

Yang paling mengerikan dari Lucifer adalah rasa IRI-nya. Siapa yang menurutmu ia cemburui? Kita! Mengapa? Karena ketika Tuhan Yesus disalibkan, Ia membuka Kerajaan Surga bagi kita agar kita dapat masuk ke dalamnya! Jadi Lucifer, yang nama lainnya ialah Setan, atau Iblis, amat murka karena kita yang hanyalah Orang Biasa diperkenankan masuk ke dalam Surga, sedangkan ia, seorang malaikat Agung, tidak. Jadi, ia dan para malaikatnya (para iblis) selalu dan selalu berusaha untuk mencegah kita masuk ke dalam Surga. Para iblis merayu kita dengan pikiran-pikiran jahat, membujuk kita melakukan perbuatan-perbuatan dosa, semuanya untuk melukai hati Tuhan.

Jadi, kapan saja kalian berniat untuk melakukan atau mengatakan sesuatu yang jahat, ingatlah akan Pertempuran besar di Surga. Ingatlah bahwa Lucifer sedang berusaha menghasut kalian untuk berada di pihaknya. Jika kamu membatalkan niat jahatmu itu, kalian telah menang dan berada di pihak Tuhan.

Sumber: YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

MALAIKAT AGUNG

MALAIKAT AGUNG ST. MIKHAEL
    St. Mikhael adalah Panglima Perang Balatentara Surgawi. Namanya berarti "Siapa dapat menyamai Tuhan?" yaitu pertempuran dahsyat bala tentara surgawi melawan pemberontakan Lucifer, si raja iblis.

St. Mikhael beberapa kali ditampilkan dalam Kitab Suci, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dalam Kitab Daniel bab 10 dikisahkan bagaimana Mikhael menenangkan hati Daniel setelah Daniel memperoleh suatu penglihatan. Mikhael berjanji untuk menjadi penolongnya dalam segala hal. Dalam Kitab Daniel bab 12, Mikhael disebut sebagai “pemimpin besar yang akan mendampingi anak-anak bangsa pilihan Tuhan.” Dalam Kitab Yudas ayat 9 diceriterakan bagaimana Mikhael bertengkar dengan iblis mengenai mayat Musa. Dalam Kitab Wahyu bab 12, Yohanes menggambarkan pertempuran besar di surga di mana Mikhael berhasil menghalau para malaikat yang memberontak dari surga. Oleh karena kemenangannya itu, Gereja Katolik mengangkatnya sebagai Pelindung Gereja. Malaikat Agung St. Mikhael biasa dilukiskan berpakaian baju baja, membawa tombak dan kakinya menginjak leher seekor naga. 
  Gereja memohon pertolongannya bagi orang-orang yang menghadapi ajal, perlindungan dalam peperangan, pengakuan dosa, dan menghantar jiwa-jiwa dari api penyucian menuju surga. St. Mikhael kelak akan menjadi pelindung orang-orang Kristen pada masa anti-Kristus.

Mari kita mohon pertolongan Malaikat Agung Santo Mikhael:
"Malaikat Agung St. Mikhael, belalah kami dalam peperangan. Jadilah pelindung kami dalam melawan segala kejahatan dan jebakan setan. Kami mohon dengan rendah hati agar Allah menaklukkannya, dan engkau, O panglima balatentara surgawi, dengan kuasa Ilahi, usirlah ke neraka setan dan semua roh jahat yang berkeliaran di seluruh dunia yang hendak menghancurkan jiwa-jiwa. Amin."


MALAIKAT AGUNG ST. GABRIEL
    Gabriel berarti “Tuhan kemenanganku”. St. Gabriel dianggap sebagai utusan khusus untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada manusia. Namanya dicatat dalam Kitab Daniel 8:16; 9:21 sebagai utusan untuk menjelaskan penglihatan-penglihatan yang diperoleh Daniel. 
   Dalam Injil Lukas, dikisahkan Gabriel menyampaikan berita kelahiran Yohanes Pembaptis kepada Zakharia serta menyampaikan kabar sukacita kelahiran Yesus, Tuhan dan Penyelamat kita, kepada Bunda Maria. 

MALAIKAT AGUNG ST. RAFAEL
   Rafael berarti “Tuhan menyembuhkan”. Namanya disebutkan dalam Kitab Tobit, di mana dikisahkan Rafael menyamar sebagai manusia untuk menemani seorang pemuda bernama Tobia dalam suatu tugas serta memberikan obat kepadanya guna menyembuhkan mata ayahnya yang buta.

     Pesta Malaikat Agung St. Mikhael, St. Gabriel dan St. Rafael dirayakan oleh Gereja setiap tanggal 29 September. Dalam pesta para malaikat ini kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas demikian banyak cara yang dilakukan Tuhan untuk melindungi dan memelihara kita. Kita juga diingatkan akan kekayaan dan keanekaragaman karya ciptaan Tuhan yang melebihi batas pengetahuan kita.

Sumber:  YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

Bersaing atau Bersaudara?


Hari Minggu Biasa ke-26
Bil. 11:25-29; Yak. 5:1-6; Mrk 9:38-43.45.47-48
Paulus Tongli, Pr


Sering orang bertanya, agama mana yang benar? Pertanyaan ini sering mengusik saya, lalu bertanya sebaliknya: adakah agama yang tidak benar? Dalam kenyataannya, lembaga-lembaga agama yang ada, baik yang besar dan sudah tua maupun yang kecil-kecil dan masih seumur jagung, sering bersaing memperebutkan pengikut. Di balak persaingan itu ada “claim” diri sebagai agama yang paling benar.  

Claim itu sah-sah saja, sejauh mendorong para penganutnya untuk semakin memiliki komitmen hidup seturut kebenaran yang di-claim itu. Claim yang demikian akan mempersatukan para penganut agama. Tetapi kalau claim itu justru memprovokasi para penganutnya untuk membatasi ruang gerak, apalagi melarang orang lain berbeda keyakinan untuk melakukan atau mengungkapkan hal atau rumusan tertentu, maka claim itu akan mengkotak-kotakkan orang dan menjauhkan para penganut agama yang satu dari yang lain.
Bacaan injil dan bacaan pertama hari ini mengungkapkan kisah yang sangat mirip. Para murid Yesus dalam injil Markus gusar melihat ada orang yang tidak tergabung ke dalam kelompok mereka mengusir setan demi nama Yesus. Mereka berkehendak mencegahnya. 

Yesus di lain pihak memiliki pandangan yang berbeda. “Tak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barang siapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita”. Dengan ungkapan ini Yesus menunjukkan bahwa pengakuan iman itu tidak selalu eksplisit. Orang yang dapat melakukan mukjizat dalam nama Yesus, tentulah yakin akan kuasa Yesus, sehingga lewat dia pun kuasa itu dapat efektif. Bukankah Yesus selalu menjelaskan cara kuasa itu menjadi efektif, yakni melalui iman atau keyakinan (bdk Mrk 5:34; 10:52; Luk 7:50; 8:48, dll)? Bacaan pertama juga mengungkapkan hal yang mirip. Eldad dan Medad meskipun namanya tercatat dalam kelompok 72 tua-tua Israel, namun mereka tidak ikut serta dalam pertemuan di kemah, ketika Tuhan mencurahkan Roh nabi kepada tua-tua Israel. Tetapi ternyata Roh itu pun hinggap atas mereka dan mereka pun penuh dengan Roh seperti nabi di tempat perkemahan. Ketika Yosua hendak mencegah mereka, Musa melarangnya dengan ungkapan, “Ah, sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi, karena Tuhan memberikan Roh-Nya kepada mereka”.  

Jadi baik Yesus maupun Musa berusaha untuk membangun sikap terbika di antara para pengikutnya. Orang tidak bisa membatasi karya Allah . Allah berkarya dengan cara yang seringkali tidak dimengerti oleh manusia. Dia berkarya di dalam diri siapa saja yang dipilihNya, dalam semua budaya dan bangsa yang membuka dirinya terhadap karya Allah itu.

Kita yang hidup di tengah masyarakat yang sangat plural seperti di Indonesia ini juga dihadapkan pada tantangan yang sama. Masihkah kita juga memiliki pandangan yang tertutup terhadap orang-orang yang berada di luar kelompok kita? Sebenarnya sejak konsili Vatikan II Gereja sudah mengajak kita, warga Gereja, untuk mengadakan refleksi dan membuka pandangan kita akan realitas ini. Pandangan “extra ecclesiam nulla salus” sudah dikoreksi. Kemahakuasaan dan Kemahamurahan Allah dijunjung tinggi, dan karenanya kita tidak dapat membatasi karya-Nya. Ia berkarya di dalam kebebasan kehendak-Nya bukan dalam batas-batas yang dibuat oleh manusia.
Di sini patutlah disinggung ungkapan Mahatma Gandhi ketika ia bertugas sebagai seorang ahli hukum di Afrika Selatan. Ia yang kala itu menjadi simpatisan orang Kristen, bahkan pernah berniat untuk menjadi Kristen, mengalami suatu perlakuan yang sangat mengecewakan di sebuah gereja. Ia ditolak masuk ke sebuah gereja, hanya karena ia berkulit coklat (akibat politik apartheid). 

Di dalam kekecewaannya ia berkata, “semakin banyak saya menjumpai orang yang beragama Kristen, semakin sedikitlah orang Kristen yang saya temui”. Di dalam ungkapan ini dibedakan antara orang yang beragama Kristen (eksplisit mengakui iman Kristen) dengan orang Kristen (yang menghidupi ajaran Kristus). Ungkapan ini sebenarnya merupakan kritik terhadap orang yang hanya mengaku Kristen tetapi tidak hidup seturut imannya. Orang Kristen yang sejati haruslah menghidupi imannya/hidup seturut imannya.

Kembali ke pertanyaan awal kita tadi: agama mana yang benar? Pertanyaan ini sebenarnya keliru, karena semua agama benar menurut para penganutnya masing-masing. Paham bisa berbeda-beda, namun semua agama tentu mengajarkan kebenaran. Kalau semua penganut agama hidup menurut kebenaran yang diajarkan agamanya, dan dengan rendah hati mau membuka diri, karena tahu bahwa orang lain juga mencari kebenaran dan berusaha untuk hidup seturut kebenaran ini, maka kita semua akan sampai pada titik temu  yang mempersatukan. Pertanyaan tadi harusnya diubah: “sikap beragama mana yang benar?”

Seringkali kita bertemu dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita, tetapi melakukan kebaikan yang mirip atau bahkan persis sama dengan ajaran Yesus. Kita tidak boleh menilai mereka sebagai ikut-ikutan. Kalau kita ingin menjali hubungan baik dengan para penganut agama lain, kebaikan dan sikap moral seperti itulah yang dapat menjadi titik temu dan titik start. Tugas kita adalah mencari dan menemukan  nilai-nilai kristiani yang ada di dalam agama lain dan kebudayaan-kebudayaan melalui dialog dengan mereka. 

Dengan membangun sikap terbuka dan dialog yang demikian, akan semakin terasalah bahwa kasih dan kebaikan akan mempersatukan kita semua sebagai saudara. Kita pun dapat menghayati hidup bersama sebagai “sharing” kebaikan Allah.

Pengumuman Paroki Katedral Makassar, Sabtu-Mingggu, 29-30 September 2012


1. SAKRAMEN PERKAWINAN
 Akan saling menerimakan Sakramen Perkawinan
* Toni Sidjaya  &  Lanny Hadiyanto                         
( Pengumuman III)
* Ryzzie Gunananda  & Jessica Theandean           
( Pengumuman II)
* Jeria Rantepajung  & Anastasia Lo’ ban             
   ( Pengumuman I)
Barangsiapa mengetahui adanya halangan atas rencana perkawinan tersebut, wajib melaporkannya kepada pastor paroki.


2. Pembukaan Bulan Rosario 2012









3.Pertemuan DEPAS Paroki Katedral Makassar
















4.  Buku Rohani














5. Komunitas Basis Kerahiman Ilahi Makassar

















6. Assisi Fair 2012

CUKUP ITU BERAPA?


Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup". Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. 
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.

Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata "Cukup"

BUSANA LITURGI (Bagian 1)

Setiap mengikuti perayaan ekaristi, kita selalu melihat Pakaian dan warna yang dikenakan imam yang berperan sebagai In Persona Christi dalam memimpin ekaristi. Pakaian yang rata-rata orang menyebutnya dengan istilah "JUBAH" (meskipun sebenarnya bukan...) terdiri dari beberapa lapis dan beberapa bagian, di mana masing-masing bagian memiliki makna dan memiliki tata cara dengan doa saat imam mengenakannya. 

Setelah disahkannya kekristenan pada tahun 313M, Gereja terus menyempurnakan “siapa mengenakan apa, bilamana, dan bagaimana” hingga sekitar tahun 800 ketika norma-norma liturgis perihal busana pada dasarnya distandarisasi dan tetap sama hingga pembaharuan sesudah Konsili Vatikan Kedua. Untuk itu marilah kita lihat bersama terdiri dari apa saja pakaian yang dikenakan imam saat memimpin ekaristi satu persatu. 

AMIK (Tanda Perlindungan)
Selembar kain lenan putih berbentuk segi empat dengan dua tali panjang di dua ujungnya, dikenakan sekeliling leher, menutupi bahu dan pundak, menyilangkan kedua tali di depan (membentuk salib St Andreas), lalu membawa tali ke belakang punggung, melilitkannya sekeliling pinggang dan mengikatkannya dengan suatu simpul. 
Tujuan praktis amik adalah untuk menutupi jubah biasa imam, dan untuk menyerap keringat dari kepala dan leher. Di kalangan Graeco-Romawi, amik adalah penutup kepala, seringkali dikenakan di bawah topi baja para prajurit Romawi untuk menyerap keringat, dengan demikian mencegah keringat menetes ke mata. 

Tujuan rohani amik adalah mengingatkan imam akan nasehat St Paulus, “Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah” (Ef 6:17).
Doa ketika mengenakan amik:
“Tuhan, letakkanlah pelindung keselamatan pada kepalaku untuk menangkis segala serangan setan.”


ALBA (Citra Kekudusan) 
Alba adalah pakaian putih panjang hingga sebatas pergelangan kaki, dan memiliki lengan panjang hingga pergelangan tangan. Kata alba dalam bahasa Latin artinya “putih”. 


Alba adalah pakaian luar yang umum dikenakan di kalangan Graeco-Romawi dan mirip dengan soutane yang dikenakan di Timur Tengah. Tetapi, mereka yang berwenang mengenakan alba dengan kualitas yang lebih baik dengan aneka sulaman atau gambar. Beberapa alba modern memiliki kerah sehingga amik tidak diperlukan lagi. 

Tujuan rohani alba adalah mengingatkan imam akan pembaptisannya, saat kain putih diselubungkan padanya guna melambangkan kemerdekaannya dari dosa, kemurnian hidup baru, dan martabat Kristiani. Di samping itu, Kitab Wahyu menggambarkan para kudus yang berdiri sekeliling altar Anak Domba di surga sebagai “Orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (7:14). 

Demikian pula imam wajib mempersembahkan Misa dengan kemurnian tubuh dan jiwa, dan dengan kelayakan martabat imamat Kristus. Di beberapa negara tropis, termasuk Indonesia, jika tidak ada alba, maka dapat dipakai jubah yang berwarna putih.
Doa ketika mengenakan alba:
“Sucikanlah aku, ya Tuhan, dan bersihkanlah hatiku, agar aku boleh menikmati kebahagiaan kekal karena telah dibasuh dalam darah Anak Domba.”

Waspadai Uang dan Harta dalam Hidup


Seorang bijak berkata, ”Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari imannya.” Bagaimana sikap Anda terhadap uang yang Anda miliki? Suatu hari seorang pemuda merasa gelisah hatinya. Ia sudah berusaha untuk hidup ugahari, namun uangnya cepat berkurang. Ia mengaku, ia sering berbelanja. Ia tidak bisa mengendalikan keinginan dirinya. Padahal ia sudah punya program untuk hidup ugahari. Ia ingin menjadi orang yang kaya harta.
Ia sibuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Ia tidak hanya punya satu usaha. Ia membangun berbagai usaha untuk segera meraih impiannya, yaitu menjadi orang kaya. Ia menabung banyak uang di sejumlah bank dari berbagai usaha yang ia punyai. Banyak kali ia mesti menyibukkan diri dalam mengurus berbagai usahanya itu. Ia merasa tidak punya banyak waktu untuk dirinya sendiri.
Karena itu, ia merasa resah ketika ia gagal dalam upayanya untuk hidup ugahari. Ia mudah tergoda untuk menggunakan kekayaannya demi hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya, ia selalu membeli sofa kesukaannya. Berbagai bentuk dan macam sofa ia beli. Sebenarnya, ia tidak pakai sofa-sofa itu. Ia hanya pakai satu untuk di ruang kerjanya. Sedangkan sofa-sofa yang lain hanya dipajang atau disimpan di gudang.
Akhirnya pemuda itu merefleksi diri. Ia tidak lagi memboroskan uangnya untuk memenuhi keinginan hatinya. Ia menggunakan uangnya untuk membantu orang-orang miskin. Menurutnya, dengan cara ini, ia dapat membantu banyak orang untuk hidup lebih baik. Ia tidak merasa kekurangan dalam hidupnya, meski ia melepaskan uangnya untuk orang lain.
Sahabat, banyak orang di zaman sekarang mencari dan mengejar kekayaan. Mereka mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Mereka merasa bahwa uang mampu memberi kebahagiaan dan ketenangan bagi mereka dalam hidup ini. Mereka mengorbankan begitu banyak waktu dan tenaga untuk mencari dan mengumpulkan uang. Tetapi apakah mereka semakin bahagia dalam hidup ini?
Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa harta kekayaan bukan ukuran untuk meraih kebahagiaan dalam hidup. Harta kekayaan sering mengganggu hidup manusia. Manusia menjadi bingung dan resah oleh banyaknya harta kekayaan itu. Manusia merasa terganggu oleh harta kekayaan itu.
Faktanya, uang tidak pernah membuat manusia kaya. Mereka yang sudah kaya masih saja tetap merasa kurang. Mereka mencari dan mengejar uang yang lebih banyak lagi. Filsuf Lucius Annaeus Seneca berkata, “Uang belum pernah membuat orang menjadi kaya.” Sebaliknya uang justru membuat kita selalu merasa miskin, merasa kurang dan tamak, bahkan tidak peduli sebanyak apa pun uang yang telah kita miliki.
Karena itu, orang beriman mesti selalu waspada saat berhadapan dengan uang. Uang bisa membawa bahagia bagi hidup. Tetapi uang juga bisa membawa bencana bagi hidup. Orang mesti memiliki sikap batin yang baik berhadapan dengan uang dan harta kekayaan. Dengan demikian, orang menggunakan harta kekayaan bagi kesejahteraan hidupnya. Tuhan memberkati. Frans de Sales SCJ***


Santo FRANSISKUS DARI ASISI


St. Fransiskus adalah seorang santo yang hebat yang cocok untuk kamu jadikan teladan hidupmu. Bahkan hingga kini Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Fratrum Minorum = Ordo Friars Minor = Ordo Saudara-saudara Dina) yang didirikannya masih terus tumbuh dan berkembang. Fransiskus dilahirkan di kota Assisi, Italia pada tahun 1181. Ayahnya bernama Pietro Bernardone, seorang pedagang kain yang kaya raya, dan ibunya bernama Donna Pica. Di masa mudanya, Fransiskus lebih suka bersenang-senang dan menghambur-hamburkan harta ayahnya daripada belajar. Ketika usianya 20 tahun, Fransiskus ikut maju berperang melawan Perugia. Ia tertangkap dan disekap selama satu tahun hingga jatuh sakit. Pada masa itulah ia mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah Fransiskus dibebaskan, ia mendapat suatu mimpi yang aneh. Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang berkata, "layanilah majikan dan bukannya pelayan."
Setelah itu Fransiskus memutuskan untuk hidup miskin. Ia pergi ke Roma dan menukarkan bajunya yang mahal dengan seorang pengemis, setelah itu seharian ia mengemis. Semua hasilnya dimasukkan Fransiskus ke dalam kotak persembahan untuk orang-orang miskin di Kubur Para Rasul. Ia pulang tanpa uang sama sekali di sakunya. Suatu hari, ketika sedang berdoa di Gereja St. Damiano, Fransiskus mendengar suara Tuhan, "Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku yang hampir roboh". Jadi, Fransiskus pergi untuk melaksanakan perintah Tuhan. Ia menjual setumpuk kain ayahnya yang mahal untuk membeli bahan-bahan guna membangun gereja yang telah tua itu.
Pak Bernardone marah sekali! Fransiskus dikurungnya di dalam kamar. Fransiskus, dengan bantuan ibunya, berhasil melarikan diri dan pergi kepada Uskup Guido, yaitu Uskup kota Assisi. Pak Bernardone segera menyusulnya. Ia mengancam jika Fransiskus tidak mau pulang bersamanya, ia tidak akan mengakui Fransiskus sebagai anaknya dan dengan demikian tidak akan memberikan warisan barang sepeser pun kepada Fransiskus. Mendengar itu, Fransiskus malahan melepaskan baju yang menempel di tubuhnya dan mengembalikannya kepada ayahnya.
Kelak, setelah menjadi seorang biarawan, Fransiskus baru menyadari bahwa yang dimaksudkan Tuhan dengan membangun Gereja-Nya ialah membangun semangat ke-Kristenan.
Pada tanggal 3 Oktober 1226, dalam usianya yang ke empatpuluh lima tahun Fransiskus meninggal dengan stigmata (Luka-luka Kristus) di tubuhnya.
Tidak ada seorang pun dari pengikutnya yang menyerah dan mengundurkan diri setelah kematian Fransiskus, tetapi mereka semua melanjutkan karya cinta kasihnya dengan semangat kerendahan hati dan meneruskan kerinduannya untuk memanggil semua orang menjadi pengikut Kristus yang sejati.
Santo Fransiskus adalah santo pelindung binatang dan anak-anak. Pestanya dirayakan setiap tanggal 4 Oktober.

Jelang Bulan Rosario


Jika kita pergi ke Gereja Pena atau Gereja di Soppeng, kita akan menjumpai sebuah patung Bunda Maria yang sedang memangku dan meratapi putra-Nya, Yesus yang telah wafat disalib. Itulah patung yang disebut Pieta. Pieta atau Piety berarti juga devosi. Bulan Oktober nanti  merupakan bulan Rosario dimana kita akan berdoa Rosario sebulan penuh. Kita akan berdevosi kepada Maria.
Peran Bunda Maria kepada Yesus dimulai pada masa karya keselamatan-Nya yaitu dari masa penderitaan/ kematian sampai dengan kebangkitan-Nya. Yesus telah mewahyukan keinginan-Nya dengan memberikan contoh dan teladan dalam mengikuti perintah Bapa-Nya.
“Hormatilah Ayah dan Ibumu”. Yesus menghendaki agar kita semua turut ambil bagian dalam doa kepada Bunda-Nya yang tersuci, dengan demikian kita disatukan dengan keinginan Bunda Maria. Yesus hendak menggerakkan berbagai rahmat demi keselamatan kita.
Semuanya itu dapat diberikan-Nya hanya melalui sarana doa, yaitu melalui Bunda-Nya sesuai dengan kehendak-Nya sendiri. Oleh sebab itu, Ia menolak menganugerahkan rahmat kepada mereka yang mencari sarana atau jalannya sendiri. Dengan berdoa Rosario kita diberi kekuatan.
Santa Lucia dari Fatima pernah mengatakan bahwa tidak ada masalah, baik moral maupun fisik yang tak dapat diselesaikan melalui Doa Rosario.
Selain berdoa Rosario, baiklah kita juga berdoa setiap hari, pagi dan malam hari “Doa Tiga Salam Maria” demi menghormati keistimewaan, yang dianugerahkan Tritunggal Mahakudus yang terpuji ini kepada Perawan Maria. Kita dapat mempraktekkan doa ini pagi dan malam hari. “Doa Tiga Salam Maria” ini demi penghormatan atas ketiga keistimewaan anugerah, dengan seruan pada akhir doa pagi kita : “ya Bunda, jauhkanlah aku dari dosa berat sepanjang hari ini ”, dan pada malam hari : “Ya Bundaku jauhkanlah aku dari dosa berat, sepanjang malam ini.”
Paus Leo XIII dan Pius X, amat menganjurkan doa ini (Doa Ave Maria,A.M-42.2007).
Tanggal 01 Oktober 2012 nanti akan diadakan pembukaan Bulan Rosario Di Gereja kita Gereja Katedral Makassar. Diawali dengan Perayaan Ekaristi dan kemudian di lanjutkan dengan perarakan ke Gua Maria untuk berdoa Rosario Bersama di depan Gua Maria.  Kita sebagai putra-putri Bunda Maria, di panggil untuk turut serta dalam kegiatan doa ini. 
rd***

Jumat, 21 September 2012

Pengumuman Paroki Katedral 22-23 Sep 2012



1.   SAKRAMEN PERKAWINAN
 Akan saling menerimakan Sakramen Perkawinan


  • Go Frengky Utama  & Melce Chandra                                  Pengumuman III
  • Toni Sidjaya  &  Lanny Hadiyanto                                       Pengumuman II
  • Ryzzie Gunananda  & Jessica Theandean                       Pengumuman I
Barangsiapa mengetahui adanya halangan atas rencana perkawinan tersebut, wajib melaporkannya kepada pastor paroki.

2. Setiap Hari Rabu, jam 6 sore, diadakan kegiatan Lectio Divia   di Ruang Doa Katedral. Marilah kita berdoa dan merenungkan Sabda Allah Bersama-sama. Umat Sekalian diundang untuk bergabung.

3. Pendalaman  Kitab Suci dilaksanakan setiap Hari Selasa, Pkl 18.00 WITA. Tema minggu ini: "Kiat Menghadapi Godaan & Menghindrai Kesempatan Berdosa". Umat sekalian diajak untuk bergabung dalam acara ini.


“Menyambut dia, menyambut Aku, Menyambut Bapa”


B. Hari Minggu Biasa XXV
Keb. 2:12, 17-20; Yak.3:16-4:3; Mrk. 9:30-37
Pastor Sani Saliwardaya, MSC

          Minggu yang lalu saya mengikuti Pertemuan Nasional Komisi Kateketik (Pernas Komkat) yang diselenggarakan oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Pernas ini dilaksanakan pada tanggal 10-16 September 2012 di Cimahi, Bandung Barat, dan dihadiri oleh 103 orang utusan dari semua Keuskupan di Indonesia.  Tema Pernas kali ini adalah “Katekese Di Era Digital”.
Era Digital merupakan suatu situasi baru dewasa ini. Era Digital menunjuk pada suatu budaya baru zaman ini di mana pengaruh Teknologi TInggi, khususnya sarana-sarana komunikasi dan informasi, sungguh-sungguh telah mengubah cara hidup, cara berpikir, cara bertindak orang-orang zaman ini.   Kita ambil contoh misalnya penggunaan HP (Hand Phone) dengan segala jenisnya. Penggunaan HP telah mengubah mentalitas para penggunanya. Di satu pihk, dengan menggunakan HP maka komunikasi dan informasi menjadi mudah, cepat, dan murah. Dunia ada dalam genggaman tangan pengguna HP. Tetapi, di pihak lain, kecepatan dan kemudahan komunikasi dan informasi dengan sarana HP itu tanpa disadari telah mengubah mentalitas para penggunanya. Mereka menjadi orang-orang yang ingin serba cepat dan cari gampang (mentalitas instant).  Relasi antar manusia menjadi “murah”, dalam arti dangkal, kurang mendalam, kurang personal.
Manusia tanpa sadar, pelan tapi pasti, beralih menjadi Cyborg.  Cyborg adalah generasi baru dari Robot. Robot hanya sekedar sebuah mesin; sekumpulan peralatan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga bisa bergerak secara otomatis untuk mengerjakan satu jenis pekerjaan tertentu.  Cyborg lebih dari sekedar robot. Cyborg diprogram bukan hanya untuk bergerak secara otomatis saja tetapi telah diberi bentuk mirip manusia, bisa bergerak halus dan lentur seperti manusia, bahkan bisa memiliki perasaan seperti manusia. Bahkan dikatakan Cyborg adalah manusia tiruan. Di mana letak perbedaan Cyborg dan manusia.
Cyborg dibuat oleh penciptanya untuk mengabdi kepada suatu program, yakni untuk melakukan beberapa jenis pekerjaan tertentu. Dia bisa melaksanakan pekerjaannya sejauh sudah terprogram, dan di luar programnya dia tidak bisa melakukan apapun. Karena itulah, Cyborg tidak punya kebebasan terhadap programnya sehingga tidak bisa bertanggungjawab selain terhadap programnya. 
Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta untuk mengabdi kepada-Nya. Sang Pencipta tidak memprogram ciptaan-Nya dalam bentuk pekerjaan-pekerjaan tertentu; manusia diajak untuk mengabdi kepada-Nya melalui hidupnya: relasinya dengan sesame, lingkungan, dan dengan apa yang dikerjakannya. Karena itulah, Sang Pencipta memberi manusia kebebasan agar bisa mempertanggungjawabkan panggilan pengabdiannya itu kepada-Nya.
Benarkah sarana komunikasi dan informasi canggih telah mengubah mentalitas manusia menjadi seperti Cyborg? Benarkah manusia zaman ini tidak bisa dipisahkan dari HP? Benarkah manusia zaman ini lebih memilih ber-“HP-ria” daripada bercakap-cakap dengan sesama anggota keluarga secara langsung atau berdoa atau mendengarkan korbah? Ketika kita bangun tidur pada pagi hari, mana yang kita lakukan lebih dahulu: membuka HP atau berdoa; membuka HP atau saling mengucapkan “selamat pagi”? kita renungkan.
Di bagian akhir Injil MInggu ini Yesus berkata, “barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi DIa yang mengutus Aku”.
Konteks bacaan tersebut adalah pengajaran Yesus tentang hal mengikuti DIa.  Para murid sudah merasa mengikut Yesus ke mana-mana dan menerima ajaran-ajaran-Nya. Tetapi ketika Yesus mengatakan hal tantangan yang akan Dia hadapi dan mereka hadapi, para murid menjadi galau dan gelisah. Mereka lalu mempertanyakan siapa yang nantinya akan menjadi pemimpin di antara mereka setelah Yesus meninggalkan mereka. Yesus mengajar dan mengajak mereka untuk tidak saling memperebutkan kedudukan dan status tetapi untuk saling melayani, menerima, dan menghargai satu sama lain: menyambut satu sama lain. Para murid diajar dan diajak untuk saling melayani, menerima dan menghargai dalam nama Tuhan karena manusia adalah sesama ciptaan-Nya. Dengan kata lain, para murid diajar dan diajak untuk mengalami Allah penciptanya dalam relasinya dengan sesama: relasi yang saling melayani, menerima, dan menghargai.
          Katekese bukan sekedar pelajaran agama, tetapi suatu komunikasi iman yang menghantar orang pada pengalamannya akan Allah.
Kalau manusia dewasa ini secara tidak disadarinya beralih menjadi seperti Cyborg, katekese tetap bertugas menghantar mereka pada pengalaman akan Allah.  Sabda Yesus “menyambut dalam nama-Ku” menjadi sangat bermakna untuk mengembalikan manusia Cyborg menjadi manausia sejati, citra Allah.    

Cari Blog Ini